Categories: Berita

LKPJ 2025 Tak Sesuai Fakta, LSM JAKPRO Desak TP2D Kabupaten Probolinggo Dibubarkan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Probolinggo tahun anggaran 2025 kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ditemukan ketidaksesuaian signifikan antara data yang dilaporkan dengan realisasi di lapangan.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari LSM Jaringan Aktivis Probolinggo (JAKPRO). Mereka menilai Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) telah gagal menjalankan fungsinya dan menuntut agar tim tersebut segera dibubarkan.

Humas JAKPRO, M. Rizki Imron, menegaskan bahwa disparitas data dalam LKPJ merupakan kesalahan fatal bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Menurutnya, laporan tersebut tidak mencerminkan kenyataan objektif di masyarakat.

“Ketidaksesuaian ini adalah bentuk kebohongan dalam pelaporan. TP2D seharusnya menjadi motor percepatan, namun kenyatannya malah memberikan laporan yang tidak sesuai fakta. Mau dibawa ke mana Kabupaten Probolinggo ke depan?” tegasnya.

Lebih lanjut, JAKPRO menyoroti banyaknya program unggulan yang disampaikan Bupati dan Wakil Bupati yang justru mandek. Rizki menilai kinerja pemerintah saat ini lebih condong ke arah kegiatan seremonial tanpa dampak nyata bagi warga.

Beberapa poin kegagalan yang disorot oleh JAKPRO antara lain:

  • Infrastruktur: Masih banyak jalan dan jembatan rusak yang belum tersentuh perbaikan.
  • Ketahanan Pangan: Terjadinya kelangkaan LPG 3 kg dalam durasi yang cukup lama.
  • Sektor Pariwisata: Janji pembentukan 100 desa wisata yang hingga kini realisasinya masih dipertanyakan.

Secara regulasi, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo memiliki tugas krusial sebagai katalisator kebijakan dan penajam program prioritas. Fokus utamanya meliputi:

  1. Penguatan partisipasi masyarakat dalam reformasi birokrasi.
  2. Peningkatan nilai SAKIP.
  3. Pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemda.

Namun, dengan adanya temuan DPRD terkait LKPJ 2025 yang bermasalah, efektivitas TP2D dalam mengawal sektor unggulan kini berada di titik nadir. Masyarakat menunggu langkah tegas dari DPRD dan Pemkab Probolinggo untuk mengevaluasi total kinerja tim tersebut demi transparansi tata kelola pemerintahan.

Admin

Recent Posts

LSM JAKPRO Juga Soroti Keterlambatan LKPD Kabupaten Probolinggo TA 2025 ke BPK Jatim: Ada Apa?

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Aktivis Probolinggo (LSM JAKPRO) menyatakan keprihatinan mendalam atas…

6 jam ago

Inovasi Tanpa Batas! PT Artha Guna Barokah Hadirkan Standar Baru Transportasi Premium di Kabupaten Jember

JEMBER – Industri transportasi pariwisata di wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember, menunjukkan geliat…

7 jam ago

Profil Agung Imam Catur Prakoso: Mahasiswa UIJ di Balik Melejitnya Brand Air Minum AGB

JEMBER – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Jawa Timur terus menunjukkan geliat positif…

9 jam ago

LKPJ Kabupaten Probolinggo 2025 Disorot: DPRD Temukan Ketidaksesuaian Data dan Realisasi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Probolinggo tahun anggaran 2025 menuai sorotan tajam…

12 jam ago

Peringati Hari Bumi 2026, Desa Binor Probolinggo Sulap Limbah Popok Jadi Pot Tanaman Bernilai Ekonomi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Memperingati Hari Bumi 2026, Pemerintah Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menggelar…

2 hari ago

Sinergi Kesehatan di Bangkalan: Yayasan Minhadul Athfal Fasilitasi Kegiatan Posyandu Puskesmas Tanah Merah

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Komitmen nyata dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh Yayasan Minhadul…

3 hari ago