Kabar Desa

Lomba Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo, Desa Binor Andalkan Kelengkeng dan Inovasi Pengolahan Sampah

×

Lomba Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo, Desa Binor Andalkan Kelengkeng dan Inovasi Pengolahan Sampah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjalani verifikasi lapangan penilaian Desa Tematik Hijau Kelengkeng yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Kamis (10/9/2026).

Desa Binor berhasil masuk 13 besar dari 70 desa peserta se-Kabupaten Probolinggo. Dalam penilaian tersebut, Desa Binor mengunggulkan komoditas kelengkeng sekaligus berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dan sampah yang melibatkan masyarakat.

Tim penilai Kabupaten Probolinggo terdiri dari sejumlah unsur organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Paiton, Saiful Bahri.

Dalam verifikasi lapangan, tim penilai melihat secara langsung berbagai program unggulan yang dijalankan Pemerintah Desa Binor. Program tersebut meliputi pengolahan sampah menjadi pot dari popok bekas atau Repot (Recycle Popok), Gantik (Galon Cantik), bank sampah, tabungan popok bekas, pengolahan sampah menjadi kompos, hingga pembuatan paving block dari sampah plastik.

Selain inovasi pengelolaan sampah, Desa Binor juga mengembangkan potensi buah kelengkeng sebagai produk unggulan desa. Saat ini, sekitar 1.100 pohon kelengkeng telah ditanam di rumah-rumah warga maupun ruang terbuka.

Kelengkeng tersebut tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, tetapi juga dikembangkan menjadi berbagai produk olahan. Di antaranya selai kelengkeng, es kelengkeng, es lilin, sirup kelengkeng, keripik kelengkeng, hingga produk skincare yang memanfaatkan biji kelengkeng.

Kepala Desa Binor, Hj. Hotifawati, mengatakan verifikasi lapangan tersebut merupakan tahapan akhir dalam penilaian lomba Desa Tematik Hijau yang digelar Pemkab Probolinggo sebelum menentukan enam besar.

“Alhamdulillah Desa Binor saat ini sudah masuk 13 besar. Produk yang kami siapkan yakni buah kelengkeng yang sudah dijadikan beberapa produk olahan seperti es lilin, selai, dan sirup kelengkeng,” jelasnya.

Menurut Hotifawati, tim penilai dari sejumlah dinas terkait telah mengunjungi berbagai lokasi untuk melihat secara langsung kondisi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta kebun kelengkeng yang menjadi program unggulan Desa Binor.

Ia menjelaskan, pemilihan kelengkeng sebagai ikon Desa Tematik Hijau bukan tanpa alasan. Program penanaman kelengkeng di Desa Binor telah dimulai sejak 2015 dengan dukungan PT POMI melalui program satu rumah satu pohon kelengkeng.

“Karena sejak tahun 2015 sudah ada yang didukung oleh PT POMI, yakni satu rumah satu pohon kelengkeng. Kami kemudian menambah lagi sebanyak 300 pohon yang ditanam di ruang terbuka,” ungkapnya.

Ke depan, kawasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata petik buah kelengkeng sekaligus menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Binor.

Untuk mendukung persiapan penilaian Desa Tematik Hijau, Pemerintah Desa Binor juga menyiapkan greenhouse untuk pembibitan kelengkeng serta fasilitas pemilahan sampah bekerja sama dengan DLH.

Hotifawati menambahkan, pengelolaan sampah di Desa Binor kini mulai dilakukan dari sumbernya. Masyarakat didorong untuk memilah sampah secara mandiri sebelum dikumpulkan dan diolah.

“Sampah itu sudah dipilah dari sumbernya. Masyarakat sudah memilah sampah sendiri. Komposter dan pengelolaan sampah plastik juga sudah ada di setiap RT,” pungkasnya.

Dengan menggabungkan pengembangan komoditas kelengkeng, inovasi pengolahan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan potensi wisata, Desa Binor optimistis dapat melaju ke enam besar Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *