Categories: Kesehatan

Menunya Dikeluhkan Wali Murid Karena Tidak Layak, SPPG Mojelegi Gading: Menutupi Kerugian

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Probolinggo menuai kritik dari wali murid yang menilai kualitas menu kurang layak dan tidak sesuai anggaran. Ahmad Fais, Kepala Dapur SPPG Mojolegi Gading, memberikan penjelasan untuk menanggapi keluhan tersebut.

Fais mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan sistem hitungan biaya per hari yang bersifat “up and down” atau subsidi silang. Ia mencontohkan, menu pada hari Senin yang mencakup susu mengalami kerugian, sehingga kerugian tersebut ditutup dengan penyesuaian menu pada hari Selasa yang tidak menyertakan susu.

“Hari Senin kita rugi, jadi hari Selasa dibuat untuk menutupi kerugian yang hari Senin,” jelasnya.

Ironisnya, pada hari pertama pelaksanaan, menu MBG di SPPG Mojolegi Gading hanya menyajikan Nasi Putih, Ayam Krispi, Tahu, Tomat, Timun, dan Susu, tanpa tambahan buah. Fais menduga, meskipun tanpa buah, menu tersebut telah melebihi anggaran yang ditetapkan, yakni Rp10.000 per porsi.

“Hari itu kalau hitungan bahan kami rugi Rp750 (tujuh ratus lima puluh rupiah). Jadi, digantikan di hari selanjutnya untuk menutupi kerugian. Untungnya di sana, Mas,” kata Fais.

Perbandingan Menu yang Mencolok
Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan menu yang disajikan oleh SPPG Paiton. Pada hari Rabu (5/11/2025) yang sama, SPPG Mojolegi Gading hanya menyajikan: Nasi Putih, Nugget Ayam, Tahu, Capcai, dan dua buah pisang kecil.

Sementara itu, SPPG Paiton menyajikan menu yang lebih lengkap, yakni: Nasi Putih, Nugget Ayam, Tahu, Capcai, Buah Kelengkeng, dan Susu. Perbedaan ini menunjukkan disparitas yang signifikan dalam implementasi program MBG antara kedua dapur layanan tersebut

Redaksi

Recent Posts

Teguhkan Adab dan Spiritual Guru, PGRI Mlandingan Launching ‘PORNAMA’ Bersama KH Syainuri Sufyan

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Dalam upaya memperkuat karakter spiritual dan mempererat tali silaturahmi antar pendidik, Pengurus…

19 jam ago

Dinkes Probolinggo Angkat Bicara: Kondisi Kejiwaan Perawat Desa Jatiurip Dinyatakan Layak Bertugas

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang menyebutkan…

1 hari ago

Fakta Baru Kasus Puskesmas Krejengan: Kondisi Kejiwaan Perawat Desa Jatiurip Picu Kekhawatiran

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai…

1 hari ago

LSM JAKPRO Desak Pemkab Probolinggo Pecat Oknum Pegawai Puskesmas Krejengan Terkait Dugaan Perselingkuhan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengenai dugaan perselingkuhan yang…

2 hari ago

Insentif Guru Ngaji di Bangkalan Tak Cair, Ratusan Pengajar di Tanah Merah Kecewa Berat

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Gelombang kekecewaan melanda ratusan guru ngaji di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.…

2 hari ago

LKPJ Tanpa Bupati: Pelanggaran Eksplisit Atas Limitasi Pasal 21 Permendagri Nomor 19 Tahun 2024

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Jika merujuk secara ketat pada norma Pasal 21 Permendagri Nomor 19 Tahun 2024,…

2 hari ago