Categories: Peristiwa

Nelayan Madura Laporkan Dugaan Korupsi Dana Rumpon Rp21 Miliar ke Kejati Jatim

SAMPANG,Detiknusantara.co.id – Puluhan nelayan asal Kabupaten Pamekasan dan Sampang, Madura, mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa 27/08/2025). Mereka melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dana rumpon senilai Rp21 miliar.

Para nelayan didampingi langsung oleh Ketua Lembaga Pengawas Korupsi (LPK) Trankonmasi Jawa Timur, Faris Reza Malik. Dana ganti rugi rumpon sejatinya merupakan hak ratusan nelayan pantura Madura.

Namun, hingga kini mereka mengaku tidak pernah menerima manfaat dari program tersebut. Padahal, menurut Faris, dana itu sebenarnya sudah cair sejak September 2024 lalu.

“Dana ganti rugi rumpon tersebut sebenarnya sudah cair sejak September 2024. Namun, hingga kini para nelayan pantura belum pernah menerima hak mereka. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya penyelewengan,” ungkap Faris.

Faris menuturkan, informasi yang diterima pihaknya dari SKK Migas menyebutkan bahwa kewajiban pembayaran sudah dilaksanakan oleh Petronas maupun SKK Migas kepada Pemkab Sampang. Akan tetapi, dana itu tidak pernah sampai ke tangan nelayan.

“Kami menduga dana tersebut justru nyangkut di Pemkab Sampang,” tegasnya.

Lebih jauh, Faris bahkan menuding adanya praktik persekongkolan jahat yang melibatkan sejumlah pihak.

“Ada dugaan kuat keterlibatan Dinas Perikanan Pemkab Sampang bersama SKK Migas serta oknum lain dalam penggelapan dana ini,” tandasnya.

Puluhan nelayan yang hadir di Kejati Jatim tampak membawa sejumlah dokumen dan bukti pendukung yang memperkuat laporan mereka. Mereka berharap Kejati Jatim segera menindaklanjuti laporan ini dengan serius dan transparan.

Seorang perwakilan nelayan asal sampang mohammad menuturkan, bantuan rumpon itu sangat vital untuk keberlangsungan hidup para nelayan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kian sulit.

“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kalau dana itu benar-benar disalahgunakan, maka kami sudah dirugikan dua kali lipat: kehilangan bantuan sekaligus harus bertahan hidup di laut dengan kondisi seadanya,” ujarnya.

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

7 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

10 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

10 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

11 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

11 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

12 jam ago