Politik

Ngopi di Warung Kopi Pinggir Jalan, H. Bukasan Serap Aspirasi Warga Sekaligus Dukung UMKM Lumajang

×

Ngopi di Warung Kopi Pinggir Jalan, H. Bukasan Serap Aspirasi Warga Sekaligus Dukung UMKM Lumajang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H. Bukasan memiliki cara sederhana namun efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat. Di sela aktivitasnya sebagai wakil rakyat, ia kerap memilih menikmati secangkir kopi di warung kopi pinggir jalan sambil berbincang langsung dengan warga.

Menurut H. Bukasan, suasana warung kopi yang sederhana membuat komunikasi berlangsung lebih santai, terbuka, dan tanpa sekat. Melalui obrolan ringan tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara langsung sehingga lebih mudah dipahami.

“Dengan demikian saya merasa lebih dekat dengan masyarakat dan bisa mengetahui keluh kesah masyarakat,” ujar H. Bukasan.

Ia menilai pendekatan informal seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk mendengar aspirasi warga secara langsung. Berbagai persoalan, mulai dari kondisi infrastruktur desa, pelayanan publik hingga kebutuhan masyarakat, dapat dibahas dalam suasana yang akrab.

Selain menjadi sarana menyerap aspirasi, H. Bukasan mengatakan kebiasaannya ngopi di warung kecil juga merupakan bentuk dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, keberadaan warung kopi memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat karena menjadi sumber penghasilan bagi banyak pelaku usaha kecil.

“Warung kopi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang interaksi masyarakat sekaligus menghidupkan ekonomi warga. Karena itu, kita juga perlu mendukung UMKM dengan cara sederhana, salah satunya membeli dagangan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga, Rokhim, mengaku senang dengan kebiasaan H. Bukasan yang sering meluangkan waktu untuk ngopi bersama masyarakat. Menurutnya, cara tersebut membuat warga lebih leluasa menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.

“Alhamdulillah, Pak Bukasan sering ngopi dan berbincang dengan masyarakat. Kami jadi bisa menyampaikan kondisi desa maupun fasilitas umum. Misalnya saat ada jalan berlubang, kami laporkan kepada beliau dan tidak lama kemudian jalan tersebut segera diperbaiki,” kata Rokhim.

Ia berharap kebiasaan sederhana yang dilakukan H. Bukasan dapat menjadi teladan bagi para pemimpin dan wakil rakyat lainnya. Menurutnya, membangun komunikasi dengan masyarakat tidak selalu harus melalui forum resmi, tetapi juga dapat dilakukan melalui pertemuan santai yang mampu menciptakan kedekatan dan kepercayaan.

Melalui obrolan hangat di warung kopi pinggir jalan, berbagai aspirasi masyarakat dapat terserap secara langsung. Di sisi lain, aktivitas tersebut juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap keberlangsungan UMKM lokal yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian Kabupaten Lumajang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Detik Nusantara