Jember – SLB Negeri Branjangan menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan pendidikan yang bersih dan transparan. Sekolah memastikan tidak ada pungutan liar, tidak ada penahanan ijazah, dan pengambilan ijazah dilakukan secara gratis.
Kepala Sekolah Ibu Intan menuturkan, kebijakan ini menjadi bentuk tanggung jawab moral sekolah terhadap siswa dan orang tua
“Kami menjamin tidak ada pungutan dalam bentuk apapun. Ijazah bisa diambil tanpa biaya, dan sekolah tidak akan menahan ijazah siswa dengan alasan apapun,” ujarnya.
Hal tersebut disambut baik oleh wali murid. Salah satunya, Bapak Rochman, yang menyampaikan apresiasi atas kejelasan aturan tersebut.
“Kami sebagai orang tua merasa sangat terbantu. Tidak ada pungutan, ijazah bisa langsung diambil tanpa dipersulit. Ini bukti sekolah benar-benar memikirkan kepentingan anak-anak,” ungkapnya.
Senada dengan itu, guru SLB Negeri Branjangan, Ibu Yuni, menyampaikan bahwa kebijakan ini mencerminkan semangat pelayanan yang ramah dan transparan.
“Kami ingin orang tua dan siswa merasa nyaman, tanpa ada rasa khawatir soal ijazah. Semuanya diberikan dengan ikhlas dan gratis,” jelasnya.
Tak hanya orang tua, siswa pun merasakan manfaatnya. Salah seorang siswa menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Terima kasih kepada sekolah dan bapak ibu guru. Ijazah kami bisa diambil dengan mudah, tanpa harus bayar,” ucapnya penuh haru. (r1ck)
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…