Categories: Kabar Desa

Peringati Hari Bumi 2026, Desa Binor Probolinggo Sulap Limbah Popok Jadi Pot Tanaman Bernilai Ekonomi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Memperingati Hari Bumi 2026, Pemerintah Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi lingkungan kreatif dengan mengadakan lomba melukis pot berbahan dasar popok bekas, Sabtu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bicua, Kampung Baru ini menjadi sorotan karena inovasi uniknya: mengubah limbah popok bayi menjadi pot tanaman yang bernilai guna. Produk inovatif ini diberi nama “REPOT”, akronim dari bahasa Madura Rekarenah Popok E-Gebei Pot (Sisa popok yang dibuat pot).

Kepala Desa Binor, Hj. Hostifawati, menjelaskan bahwa REPOT dibuat dengan mencuci bersih popok bekas, lalu mencampurnya dengan semen sebagai bahan dasar pot. Setelah kering, pot tersebut dihias dengan lukisan kreatif oleh para peserta lomba.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi anak-anak sejak dini untuk mencintai lingkungan. Popok bekas yang biasanya menjadi masalah lingkungan, kini kita kelola agar tidak mencemari tanah dan air,” ujar Hj. Hostifawati.

Ia juga menambahkan bahwa produk REPOT kini sudah diproduksi secara massal. “Pot ini bahkan telah dipamerkan dalam ajang Desa Wisata Bersih Berdaya Saing tingkat Provinsi Jawa Timur di Bondowoso. Kami juga menanami pot ini dengan bunga, seledri, dan sayuran untuk kemudian dijual,” tambahnya.

Acara ini turut didukung penuh oleh PT POMI Paiton Energy serta dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo dan akademisi dari Universitas Zainul Hasan Genggong sebagai dewan juri.

CSR Spesialis PT POMI Paiton Energy, Muhammad Lubab, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan limbah popok adalah langkah strategis dalam penanganan sampah di desa.

“Kami berharap inovasi ini dapat memperindah lingkungan sekitar sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang kreatif,” kata Muhammad Lubab.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo, Suryanaruling Purbawani, menegaskan bahwa limbah popok adalah salah satu sampah yang sulit terurai.

“Ini adalah ide yang sangat kreatif. Limbah popok yang biasanya sulit diurai dan mencemari air, kini disulap menjadi media tanam yang bermanfaat. Ini contoh nyata pengelolaan sampah mandiri yang patut dicontoh,” pungkas Suryanaruling Purbawani.

Admin

Recent Posts

Tren Halal sebagai Kekuatan Baru dalam Perekonomian Global

DetikNusantara.co.id - Perkembangan industri halal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam…

8 jam ago

Sertijab Polres Sumenep: Kapolres Pimpin Mutasi dan Rotasi Sejumlah Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Polres Sumenep kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui…

16 jam ago

Usut Dugaan Mark-Up Program Makan Bergizi Gratis di Probolinggo, LSM JAKPRO: Kami Tidak Omon-Omon!

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengungkapan kasus dugaan manipulasi harga (mark-up) dan monopoli bahan baku program Makan…

1 hari ago

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Pocangan Jember Mencuat, Warga Soroti Proyek TPT Rp35 Juta yang Tak Sesuai

JEMBER – Dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari Dana…

2 hari ago

Menuju O2SN Nasional 2026: Atlet SMA/SMK DKI Jakarta Borong Kemenangan di Tingkat Provinsi

Jakarta - Sejumlah atlet siswa dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di DKI Jakarta…

2 hari ago

Pasien BPJS Pulang Paksa Berujung Wafat, LBH Justisia Arunakara Minta Keringanan Biaya ke RS IHC Wonolangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia mendatangi Rumah Sakit (RS) IHC…

3 hari ago