Berita

Polres Probolinggo Intensifkan Penanganan Karhutla di TNBTS, Kapolres Turun Langsung Pimpin Pemadaman

×

Polres Probolinggo Intensifkan Penanganan Karhutla di TNBTS, Kapolres Turun Langsung Pimpin Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polres Probolinggo terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jantur, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Kebakaran tersebut berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Seksi I Cemorolawang.

Penanganan dilakukan secara terpadu sejak Selasa (4/8/2026) setelah muncul titik api di kawasan tersebut. Hingga Rabu (5/8/2026), proses pemadaman dan pengendalian api masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar turun langsung ke lokasi untuk memimpin upaya penanganan sekaligus memastikan seluruh personel yang terlibat bekerja secara maksimal. Di lapangan, operasi dipimpin Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto bersama personel gabungan yang melakukan pemantauan, mitigasi, hingga pemadaman api.

Tim gabungan terdiri dari personel Polri, TNI, Balai Besar TNBTS, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, Tagana, serta masyarakat sekitar. Mereka melakukan penyisiran, pemadaman menggunakan peralatan manual, dan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah kobaran api meluas ke area lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh terbakarnya ilalang dan rumput kering di kawasan hutan. Cuaca panas, vegetasi yang mengering, serta tiupan angin cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke wilayah sekitarnya.

Selain itu, medan yang didominasi perbukitan dengan tingkat kemiringan mencapai sekitar 70 derajat serta minimnya sumber air menjadi tantangan utama bagi petugas. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemadaman masih mengandalkan metode manual.

Hingga saat ini, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan terpantau telah meluas ke beberapa bagian kawasan TNBTS yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Malang. Meski demikian, lokasi kebakaran masih berada jauh dari permukiman warga sehingga belum mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, luas lahan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan, seluruh personel gabungan akan tetap bersiaga hingga api benar-benar berhasil dipadamkan. Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, mengingat kondisi ilalang dan semak belukar yang kering masih sangat mudah terbakar.

“Kami akan terus melakukan upaya pemadaman bersama seluruh unsur terkait hingga situasi benar-benar terkendali. Sinergi antarinstansi menjadi kunci agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegas Kapolres.

Polres Probolinggo juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun padang ilalang, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki area kebakaran tanpa kepentingan dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api atau kepulan asap baru.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai sangat penting agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat, sehingga dampak terhadap kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *