Categories: Berita

PPI Kabupaten Probolinggo Angkat Bicara soal Dugaan Pemotongan Honor Paskibraka

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polemik terkait dugaan pemotongan honor anggota Paskibraka Kabupaten Probolinggo terus bergulir. Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Probolinggo kini angkat bicara mengenai dugaan pemotongan honor yang disebut melibatkan oknum di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo.

Salah satu anggota PPI Kabupaten Probolinggo berinisial HD mengungkapkan adanya skema dugaan pemotongan honor yang terjadi pada kegiatan Paskibraka tahun 2025.

Menurut HD, pada saat itu terdapat empat instruktur yang terdiri atas dua instruktur inti dan dua instruktur bayangan. Keempat instruktur tersebut disebut menerima honor dengan nominal yang sama, yakni sekitar Rp3,3 juta.

Namun, setelah honor tersebut dicairkan, terdapat permintaan pengembalian dana sebesar Rp2,8 juta melalui admin. HD menyebut, pengembalian tersebut hanya dibebankan kepada instruktur bayangan.

“Untuk instruktur inti tidak ada potongan, hanya instruktur bayangan saja,” jelas HD.

HD mengatakan, dirinya memenuhi permintaan tersebut melalui transfer. Bukti transaksi dan percakapan terkait permintaan pengembalian dana itu hingga kini masih disimpannya.

“Saya simpan, Mas, takut ada apa-apa ke belakangnya karena kami dan teman-teman tidak mau kalau disalah-salahkan,” tegasnya.

HD berharap persoalan tersebut dapat diungkap secara terang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Paskibraka.

“PPI sudah sangat maksimal dalam mengawal adik-adik paskibra. Hampir semua persiapan kita yang urus. Belakangan ada pihak yang mau mengkambinghitamkan kita, hal ini sangat mengecewakan,”katanya.

Di tahun sebelumnya, 2025, Pemotongan ini juga terjadi pada instruktur bayangan. Mereka yang harusnya menerima honor Rp 1,2 juta perorang, harus mengembalikan utuh kepada salah satu oknum Bakesbangpol.

“Yang diminta kembali itu, satu instruktur bayangan. Instrukturnya ada dua, persatu instruktur mendapatkan Rp 1,2 Juta. Satu honor diminta agar di kembalikan dan satunya tidak di kembalikan, diminta untuk dibagi dua. Ibarat kata numpang lewat di rekening aja,” kata RH, anggota PPI yang terlihat dalam prosesi paskibraka 2025.

Polemik dugaan pemotongan honor Paskibraka Kabupaten Probolinggo sebelumnya juga mendapat perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia. Lembaga tersebut disebut akan melaporkan dugaan pemotongan honor tersebut kepada pihak berwenang.

Admin

Recent Posts

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

16 jam ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

20 jam ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

22 jam ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

4 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

5 hari ago

Zubaidi: RSUD Waluyo Jati Perlu Dievaluasi, DPRD Soroti Prosedur Medis dan Komunikasi Pasien

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap…

5 hari ago