Categories: Berita

Sebut Ekonomi Menuju Krisis Moneter, LSM Gempar Jember: Jangan Sampai Rakyat Lapar dan Kriminalitas Naik!

JEMBER – Rencana operasi penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di sebelah timur Pasar Sabtuan, Kabupaten Jember, menuai sorotan dari Ketua LSM Gempar (Gerakan Masyarakat Peduli Aspirasi Rakyat) Jember, H. Anshori. Ia menilai langkah penggusuran maupun pembatasan jam kerja (mangkal) bagi PKL merupakan kebijakan yang keliru, meskipun masih bisa dimaklumi bila tujuannya untuk penataan.

 

H. Anshori menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan dialog langsung dengan Satpol PP Pemkab Jember pada 12 Mei 2026. Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa PKL Sabtuan tidak jadi digusur dan tidak dikenakan pembatasan jam mangkal. Namun, para pedagang hanya diminta bergeser mundur ke bagian belakang area pasar.

 

Meski keputusan tersebut dianggap lebih baik dibanding penggusuran, H. Anshori tetap menilai operasi penertiban di Pasar Sabtuan tidak sesuai dengan arahan Bupati Jember, Gus Fawait. Menurutnya, penertiban seharusnya difokuskan pada kawasan “Segitiga Emas”, yakni wilayah kota dan sekitar kota, bukan wilayah pedesaan seperti Sabtuan.

 

“Ini jadi pertanyaan. Sabtuan bukan wilayah Segitiga Emas, tapi kenapa justru ditertibkan. Sementara PKL di wilayah Tegal Boto yang masuk Segitiga Emas kok tidak ditertibkan,” tegasnya.

 

Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pembatasan jam mangkal bagi PKL di wilayah Segitiga Emas, misalnya aturan pedagang baru boleh berjualan mulai pukul 16.00 WIB. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mematikan ekonomi rakyat kecil.

 

“PKL itu harusnya dibina, bukan dibinasakan,” ujar Anshori.

 

Ia mengusulkan solusi penataan yang lebih profesional dan konstruktif, seperti pengurangan lebar lapak tanpa membatasi jam berjualan. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta membagikan fasilitas “Gerobak Cinta” kepada seluruh PKL secara adil tanpa tebang pilih, agar tidak menimbulkan kesan bantuan hanya diberikan kepada kelompok tertentu.

 

Anshori juga menilai kondisi ekonomi nasional saat ini sedang tidak baik. Ia menyebut Indonesia sudah mengarah pada situasi krisis moneter, ditandai banyaknya pedagang dan pengusaha bangkrut, meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), serta nilai tukar dolar AS yang menurutnya telah mencapai Rp17.500 dan berpotensi naik hingga Rp21.000.

 

Dalam situasi tersebut, ia meminta pemerintah tidak menambah beban masyarakat kecil dengan kebijakan pembatasan aktivitas PKL. Ia menegaskan, PKL justru menjadi penyangga ekonomi rakyat ketika negara mengalami krisis.

 

“Jangan karena ambisi keindahan kota, dampaknya rakyat kelaparan. Kalau rakyat lapar, bukan tidak mungkin angka kriminalitas meningkat. Apa artinya indah kalau negara tidak aman,” pungkasnya.

 

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk imbauan kepada para pengambil kebijakan agar mengedepankan langkah penataan yang manusiawi, adil, serta berpihak pada kelangsungan ekonomi rakyat kecil. – RCX

Redaksi

Recent Posts

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

18 jam ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

22 jam ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

23 jam ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

4 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

5 hari ago

Zubaidi: RSUD Waluyo Jati Perlu Dievaluasi, DPRD Soroti Prosedur Medis dan Komunikasi Pasien

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap…

5 hari ago