Categories: Berita

Warga Tewas di Bekas Tambang Ilegal, GMNI Banyuwangi Desak Kapolresta Usut Tuntas: Siapa Tanggung Jawab?

Banyuwangi – DPC GMNI Banyuwangi desak aparat penegak hukum (APH) untuk usut kasus meninggalnya warga di bekas tambang ilegal di wilayah banyuwangi.

 

Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi M. Andri Hidayat, S.T. menyoroti maraknya aktivitas pertambangan yang diduga tidak sesuai dengan regulasi di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

 

Andri menilai, lemahnya pengawasan serta minimnya penindakan yang tegas berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial di masyarakat.

 

Dalam keterangannya, Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi tersebut menyampaikan bahwa aktivitas pertambangan seharusnya mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, mulai perizinan, lalu analisis mengenai dampak lingkungan, serta kewajiban reklamasi pascatambang. Namun, di lapangan masih ditemukan dugaan praktik pertambangan yang tidak mengantongi izin lengkap maupun tidak menjalankan kewajiban lingkungan secara optimal.

 

“Pertambangan bukan semata soal bisnis dan investasi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar. Jika regulasi diabaikan, maka dampak jangka panjangnya juga akan sangat merugikan,”

 

“Ditambah adanya korban meninggal dunia di daerah bekas tambang galian C yang tidak di reklamasi menambah catatan buruk tentang lemahnya penegakan hukum dan pengawasan dari pemerintah daerah tentang alam dan lingkungan.” pungkasnya.

 

Ia juga mendesak Kapolresta Banyuwangi dan pemerintah daerah untuk mengusut tuntas tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aktivitas pertambangan di Banyuwangi. Pengawasan yang ketat dan penindakan tegas terhadap pelanggaran dinilai penting guna memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan serta tidak merusak ekosistem. Tegas M. Andri Hidayat, S.T. (Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi)

 

Selain itu, GMNI Banyuwangi mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi aktivitas yang berkaitan tentang alam dan lingkungan di wilayahnya. Transparansi informasi perizinan dan keterbukaan data lingkungan dianggap sebagai langkah strategis untuk mencegah praktik-praktik yang menyimpang dari regulasi.

 

Sebagai organisasi mahasiswa, GMNI Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu strategis daerah, termasuk persoalan tata kelola pertambangan, demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan rakyat. – RCX

Redaksi

Recent Posts

Miris! Jurnalis Probolinggo Tak Masuk Daftar Pekerja Rentan Penerima BPJS Ketenagakerjaan 2026

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Meski memiliki risiko kerja yang tinggi di lapangan, profesi jurnalis atau wartawan…

11 jam ago

HUT Sabhara ke-74, Sat Samapta Polres Situbondo Sambangi Anak Cerebral Palsy lewat Program PASSABER

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Di sela rutinitas menjaga kondusivitas wilayah, Sat Samapta Polres Situbondo menunjukkan sisi…

16 jam ago

Kronologi Penipuan Umroh Murah Rp18 Juta di Madura: Jemaah Tak Bisa Pulang, Pelaku Diburu

Mekkah - Sebanyak 24 jemaah umroh asal Madura diduga menjadi korban penipuan perjalanan ibadah yang…

2 hari ago

Temuan MBG Berulat di Probolinggo, LBH JIWA dan LSM Jakpro Bentuk Satgas Investigasi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Temuan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berulat di Kecamatan Paiton serta…

3 hari ago

Kecamatan Bungatan Gelar Doa Bersama Sambut Ramadhan 1447 H

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Pemerintah Kecamatan Bungatan menggelar pengajian…

4 hari ago

Program SAE Literasi: 12 Desa di Probolinggo Jadi Pilot Project Perpustakaan Inklusi 2026

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan…

5 hari ago