Categories: Nasional

Miris! Alumni LPDP Bangga Anak Jadi WNA, Ketua PCNU Kraksaan: “Intelektualitas Tanpa Nasionalisme Itu Kosong!”

PROBOLINGGO, Detiknusantara.co.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan, KH. Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., MH., melontarkan kritik pedas terhadap fenomena degradasi nasionalisme yang menimpa kaum intelektual Indonesia. Hal ini menyusul adanya pernyataan seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang justru merasa bangga dan menganggap “keren” saat anaknya berpindah kewarganegaraan menjadi Warga Negara Asing (WNA).

Kiai Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., MH. menilai, fenomena ini adalah sinyal bahaya bagi ketahanan nasional dan bukti adanya mata rantai yang terputus dalam penanaman nilai kebangsaan di jalur pendidikan formal.

Menurut Kiai Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., MH., beasiswa LPDP adalah investasi besar negara yang bersumber dari uang rakyat. Sangat ironis jika mereka yang telah mendapatkan fasilitas pendidikan tertinggi dari negara, justru kehilangan kebanggaan terhadap identitas bangsanya sendiri.

“Ini sangat mengecewakan. Bagaimana mungkin seorang intelektual yang dididik dengan biaya negara, justru merasa lebih hebat ketika anaknya menanggalkan status WNI? Ini bukan sekadar pilihan pribadi, tapi cermin rapuhnya jiwa nasionalisme di kalangan elite terpelajar kita,” tegas Kiai Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., MH., saat ditemui di Kraksaan, Rabu (26/2/2026).

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qadim ini menekankan bahwa dalam tradisi Nahdlatul Ulama, mencintai tanah air adalah bagian dari ibadah. Konsep Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air sebagian dari Iman) harusnya menjadi ruh dalam setiap jenjang pendidikan, terutama pendidikan dasar.

“Para founding fathers kita, para ulama terdahulu, sudah mewariskan bahwa membela dan mencintai negeri ini adalah ibadah. Di NU, setiap pertemuan kita menyanyikan Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon. Itu bukan sekadar seremoni, tapi upaya menanamkan dogma bahwa sejauh mana pun kita melangkah, bumi pertiwi adalah rumah yang harus dibela, bukan ditinggalkan dengan bangga,” imbuhnya dengan nada bicara yang tajam.

Lebih lanjut, Kiai Chafidzul Hakim Noer, S.Ag., MH., mendesak pemerintah dan para pemangku kebijakan pendidikan untuk mengevaluasi kurikulum karakter. Menurutnya, nasionalisme tidak bisa tumbuh secara instan di usia dewasa jika akarnya tidak ditanam sejak sekolah dasar.

“Nasionalisme yang kuat harus dipahat sejak dini. Jika sejak kecil anak-anak kita tidak diajarkan betapa mulianya mengabdi pada bangsa sendiri, maka ke depan kita hanya akan mencetak robot-robot pintar yang tidak punya hati untuk Indonesia. Mereka akan dengan mudah menjual jati diri demi prestise semu di luar negeri,” jelas pria yang saat ini menempuh program doktoral studi islam tersebut.

Menutup pernyataannya, Ketua PCNU Kraksaan ini mengingatkan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari IQ penduduknya, tapi dari seberapa besar dedikasi mereka terhadap tanah air.

“Pesan saya jelas: Intelektualitas tanpa nasionalisme itu kosong. Ilmu yang tinggi tanpa rasa cinta pada tanah air hanya akan melahirkan sikap individualistis yang merugikan bangsa. Kita butuh generasi yang bangga menjadi Indonesia, bukan yang bangga menjadi ‘orang asing’ di tanah orang lain,” pungkasnya. (Tim Redaksi)

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

14 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

17 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

17 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

18 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

18 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

19 jam ago