PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Nasib malang menimpa Vicky Pradana, seorang sopir truk asal Jember. Pasca mengalami kecelakaan tunggal di Tol Trans-Jawa Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 815, ia kini terjebak dalam dilema antara rasa lapar dan keinginan untuk pulang menemui keluarga.
Hingga Rabu (18/3/2026) malam, Vicky terpantau masih luntang-lantung di sekitar Exit Tol Probolinggo Barat dengan kondisi memprihatinkan.
Vicky mengaku saat ini hanya memiliki sisa uang sebesar Rp50.000 di kantongnya. Uang tersebut menjadi satu-satunya harapan yang ia miliki setelah insiden kecelakaan yang terjadi pada Selasa (17/3/2026) kemarin.
“Saya bingung mas harus bagaimana. Uang yang saya pegang sekarang cuma Rp50 ribu. Mau dibuat makan atau buat ongkos pulang? Soalnya anak istri saya nangis terus di rumah,” ungkap Vicky dengan nada lirih.
Mirisnya, sejak kecelakaan terjadi kemarin hingga Rabu malam, Vicky mengaku belum menyentuh makanan sama sekali karena harus mengirit sisa uang yang ada.
Beban Vicky semakin berat karena kendaraan truknya saat ini masih ditahan oleh pihak pengelola tol di Exit Tol Probolinggo Barat. Untuk bisa membawa pulang kendaraannya, ia diwajibkan membayar ganti rugi kerusakan fasilitas tol.
“Saya harus menanggung ganti rugi sebesar Rp7.870.000 kepada pihak Tol Trans-Jawa Paspro,” tambahnya.
Nominal tersebut tentu terasa mustahil bagi Vicky yang saat ini bahkan kesulitan untuk sekadar memenuhi kebutuhan perutnya sendiri.













