Ekonomi

BBM di Kepulauan Kangean Sumenep Langka, Warga Serbu Pengecer Akibat Isu Kelangkaan

×

BBM di Kepulauan Kangean Sumenep Langka, Warga Serbu Pengecer Akibat Isu Kelangkaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kelangkaan bensin di tingkat pengecer memicu kepanikan warga yang berbondong-bondong mengantre demi mendapatkan pasokan bahan bakar.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang warga di sejumlah titik pengeceran sejak Senin (20/4/2026). Warga tampak berdesakan dan cenderung melakukan aksi borong (panic buying) karena kekhawatiran stok akan segera habis total.

Lonjakan permintaan ini disinyalir dipicu oleh dua isu utama yang beredar luas di tengah masyarakat:

  1. Isu Kenaikan Harga: Adanya rumor rencana kenaikan harga BBM jenis Pertalite dalam waktu dekat.
  2. Keterlambatan Distribusi: Kabar bahwa kapal tanker pengangkut BBM baru akan tiba di wilayah kepulauan pada 6 Mei 2026 mendatang.

Informasi tersebut menciptakan ketidakpastian di kalangan pengendara, yang takut akan krisis bahan bakar berkepanjangan di wilayah kepulauan.

“Kami terpaksa membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya karena khawatir informasi kelangkaan itu benar. Kami takut kehabisan stok saat benar-benar dibutuhkan,” ujar Saher, salah satu warga yang berada di lokasi antrean.

Situasi ini juga memunculkan spekulasi negatif di masyarakat. Sebagian warga menduga adanya oknum pengecer yang sengaja menahan stok (penimbunan) untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi saat kelangkaan semakin parah. Terbukti, beberapa kios pengecer kini mulai tutup karena kehabisan stok.

Menanggapi kondisi yang semakin meresahkan, masyarakat Kepulauan Kangean mendesak Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) setempat untuk segera turun tangan. Warga meminta otoritas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk memastikan penyebab pasti kelangkaan.

Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan indikasi pelanggaran, seperti praktik penimbunan BBM yang merugikan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kepastian jadwal distribusi BBM ke wilayah Kepulauan Kangean. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar situasi tetap kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *