Ekonomi

Workshop Sertifikasi Halal dan HACCP dengan Bosa Jasa untuk Mitra MBG, Ini Hal yang Banyak Dibahas

×

Workshop Sertifikasi Halal dan HACCP dengan Bosa Jasa untuk Mitra MBG, Ini Hal yang Banyak Dibahas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PAMEKASAN, DetikNusantara.co.id – Seiring berkembangnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), banyak mitra dapur mulai memperhatikan pentingnya standarkeamanan pangan dan legalitas operasional yang lebihterstruktur. Tidak hanya soal kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana makanan diproses secara aman, higienis, dan sesuairegulasi yang berlaku.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Bosa Jasa mengadakanworkshop edukasi bersama para mitra dan vendor MBG untukmembahas sertifikasi halal, HACCP, serta beberapa aspeklegalitas usaha yang berkaitan dengan operasional dapurproduksi.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pelaku usaha katering dan pengelola dapur yang sedang mempersiapkan standaroperasional usahanya agar lebih siap mengikuti kebutuhanprogram MBG yang terus berkembang.

Pentingnya Sertifikasi Halal pada Operasional Dapur MBG

Salah satu pembahasan yang paling banyak menarik perhatianpeserta adalah mengenai penerapan Sistem Jaminan ProdukHalal (SJPH) dalam operasional dapur sehari-hari.

Dalam sesi diskusi workshop bersama tim Bosa Jasa, masihbanyak pelaku usaha yang mengira bahwa sertifikasi halal hanyaberfokus pada produk akhir. Padahal, dalam praktiknya, proses pemeriksaan halal juga memperhatikan alur bahan baku, penyimpanan, peralatan produksi, hingga proses distribusimakanan.

Peserta juga mulai memahami bahwa dokumen pendukung daripemasok bahan baku, terutama produk daging dan bahan olahantertentu, menjadi bagian penting dalam proses sertifikasi halal.

Selain itu, pengelolaan area penyimpanan dan penggunaanperalatan produksi juga perlu diperhatikan untuk meminimalisirtitik kritis yang dapat memengaruhi status kehalalan produk.

HACCP dan Risiko Kontaminasi pada Dapur Produksi

Selain sertifikasi halal, pembahasan mengenai HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) juga menjadi salah satu sesiyang cukup aktif didiskusikan peserta.

Sebagai sistem keamanan pangan, HACCP membantu pelakuusaha memahami titik-titik risiko kontaminasi yang dapat terjadiselama proses produksi makanan.

Beberapa hal yang dibahas dalam workshop meliputi:

• pemisahan area bersih dan area kotor pada dapur produksi,

• pengelolaan suhu makanan sebelum distribusi,

• penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja dapur,

• serta pentingnya sanitasi peralatan dan area kerja.

Menurut tim pendamping dari Bosa Jasa, pengelolaankeamanan pangan menjadi bagian penting karena dapur MBG memproduksi makanan dalam jumlah besar dengan proses distribusi yang cukup cepat.

Diskusi Lapangan dan Kendala yang Banyak DihadapiMitra

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling aktif selamaworkshop berlangsung. Banyak peserta membagikan kondisidapur produksi mereka masing-masing, mulai dari keterbatasanruang hingga pengelolaan alur kerja dapur.

Salah satu peserta menyampaikan kendala terkait pemisahanarea penyimpanan bahan baku basah dan bahan kering karenaketerbatasan ruang produksi.

Melalui diskusi tersebut, tim Bosa Jasa memberikan gambaranbahwa penyesuaian tata letak dapur tidak selalu harus dilakukandengan renovasi besar. Dalam beberapa kondisi, pengaturan alurkerja dan pembagian area produksi yang lebih terstruktur sudahdapat membantu meningkatkan standar operasional dapur.

Pendekatan seperti ini menjadi penting karena setiap dapurmemiliki kondisi dan kapasitas yang berbeda-beda.

Legalitas Usaha Menjadi Pondasi Operasional JangkaPanjang

Selain pembahasan teknis dapur, peserta workshop juga mulaimemahami pentingnya legalitas usaha sebagai bagian darikeberlanjutan operasional bisnis.

Dalam praktiknya, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), penyesuaian KBLI, hingga kesiapan dokumen pendukunglainnya menjadi hal yang cukup sering ditanyakan pesertakepada tim Bosa Jasa.

Melalui sistem OSS Berbasis Risiko, beberapa jenis usahamemang memerlukan penyesuaian tertentu sesuai bidang usahadan lokasi operasionalnya. Karena itu, pemahaman legalitasusaha sejak awal dinilai penting agar proses pengembanganusaha dapat berjalan lebih terarah dan sesuai regulasi.

Menyiapkan Dapur MBG yang Lebih Terstandarisasi

Penerapan standar halal dan HACCP memang membutuhkanpenyesuaian dalam operasional dapur sehari-hari. Namun, langkah tersebut mulai dipahami banyak pelaku usaha sebagaibagian dari peningkatan kualitas dan profesionalitas usahamereka.

Melalui workshop yang diselenggarakan Bosa Jasa ini, terlihat bahwa banyak mitra MBG mulai memiliki kesadaran untukmembangun sistem operasional dapur yang lebih aman, higienis, dan terstruktur.

Seiring berkembangnya kebutuhan standarisasi pada program MBG, pemahaman mengenai legalitas usaha, sertifikasi halal, dan sistem keamanan pangan diperkirakan akan menjadi bagianyang semakin penting bagi pelaku usaha katering dan dapurproduksi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *