PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) sedang mencuci wadah makan atau ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian tersebut diketahui terjadi di MI Ainur Rohmah, Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Video berdurasi singkat itu memicu reaksi beragam dari netizen, terutama terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak beberapa siswa yang masih mengenakan seragam sekolah berdiri di depan tempat cucian. Mereka terlihat sibuk membilas dan membersihkan tumpukan ompreng plastik yang digunakan untuk distribusi makan siang.
Suara perekam video mengekspresikan kekecewaannya dalam bahasa Madura, mempertanyakan keberadaan petugas yang seharusnya bertanggung jawab atas kebersihan peralatan makan tersebut.
“Dekmah petugasah MBG riyah Mak siswa e soro nyuci Ompreng (Ke mana petugas MBG ini, kok siswa yang disuruh mencuci ompreng?),” ujar Wanita dalam video tersebut dengan nada protes.
Munculnya video ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan wali murid. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya meringankan beban siswa dan memastikan asupan gizi yang baik, namun kewajiban mencuci wadah oleh siswa dinilai kurang tepat karena petugas cuci ompreng sendiri sudah mendapatkan gaji dari negara sekitar Rp.3.000.000 perbulan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah MI Ainur Rohmah maupun koordinator petugas MBG di wilayah Kotaanyar belum memberikan keterangan resmi terkait alasan mengapa para siswa dilibatkan dalam urusan teknis pencucian wadah makan.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi agar program unggulan ini berjalan sesuai aturan, tanpa membebani siswa dengan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh petugas kebersihan atau penyedia jasa boga.













