PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Mantan Kepala Puskesmas Krejengan, dr. Mohammad Erfan Kafiluddin, memberikan klarifikasi tegas terkait isu miring yang menerpa instansi yang pernah dipimpinnya. Isu ini mencuat menyusul dugaan perselingkuhan antara oknum ASN berinisial RJS dan oknum PPPK berinisial IT, yang menyeret dugaan penyalahgunaan anggaran taktis.
Menanggapi kabar yang beredar, dr. Erfan secara tegas membantah adanya keterlibatan dirinya dalam dugaan penyalahgunaan anggaran selama masa jabatannya. Ia menekankan bahwa operasional keuangan berjalan sesuai prosedur yang berlaku kala itu.
“Saya menyatakan tidak pernah tahu dalam penyalahgunaan anggaran apa pun. Terkait fasilitas kendaraan, saat saya mulai bertugas di Puskesmas Krejengan, mobil Avanza warna putih tersebut memang sudah ada,” ujar dr. Erfan saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, dr. Erfan menjelaskan posisi administratif di internal Puskesmas. Hingga dirinya pindah tugas untuk memimpin Puskesmas Wangkal, oknum berinisial RJS tersebut masih menjabat sebagai admin keuangan.
Meski RJS menjabat di bagian keuangan, dr. Erfan menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya penyimpangan anggaran sebagaimana yang diisukan di media sosial maupun pembicaraan publik.
Selain isu anggaran, dr. Erfan juga menepis kabar adanya proses mediasi terkait masalah dugaan penyalahgunaan anggaran yang melibatkan RJS.
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait lainnya masih dalam upaya konfirmasi untuk mendapatkan keberimbangan informasi. Kasus ini menjadi perhatian publik di Probolinggo mengingat status keduanya yang merupakan pelayan masyarakat di sektor kesehatan.













