Categories: Daerah

Anggaran Reses DPRD Probolinggo Tembus Rp15 Miliar, Gaya Live TikTok Bupati Situbondo Dinilai Lebih Efektif

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Alokasi anggaran reses DPRD Kabupaten Probolinggo kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, dana yang mencapai belasan miliar rupiah tersebut dinilai tidak sebanding dengan efektivitas penyerapan aspirasi masyarakat. Publik mulai membandingkan metode konvensional yang mahal ini dengan gaya komunikasi digital yang dilakukan Bupati Situbondo, Mas Rio.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran untuk satu kali masa reses DPRD Kabupaten Probolinggo mencapai hampir Rp5 miliar. Mengingat dalam satu tahun terdapat tiga kali masa reses, maka total uang rakyat yang digelontorkan menyentuh angka Rp15 miliar.

Sekretaris LBH Cahaya Keadilan Rakyat (CAKRA) Kabupaten Probolinggo, Nofal Yulianto, mengkritik keras penggunaan dana tersebut. Menurutnya, anggaran fantastis itu habis hanya untuk urusan teknis dan seremonial seperti:

  • Konsumsi (nasi kotak dan kue).
  • Sewa tenda dan sound system.
  • Pengadaan alat tulis kantor (ATK).
  • Pembuatan atribut seperti banner dan baliho.

“Kondisi infrastruktur di Probolinggo masih stagnan, namun anggaran untuk seremonial justru sangat besar. Ini memicu pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitasnya,” ujar Nofal, Selasa (7/4/2026).

Nofal menilai metode tatap muka konvensional yang memakan biaya miliaran rupiah sudah saatnya dievaluasi. Ia mencontohkan terobosan Bupati Situbondo, Mas Rio, yang aktif menyerap aspirasi warga melalui siaran langsung (live streaming) di media sosial seperti TikTok.

“Bayangkan jika 50 anggota DPRD Probolinggo melakukan hal serupa. Biayanya mungkin hanya paket data internet, tapi jangkauan audiensnya jauh lebih luas dan interaksinya lebih nyata,” tegas Nofal.

Metode digital ini dianggap jauh lebih efisien karena:

  1. Hemat Biaya: Memangkas anggaran logistik hingga 90%.
  2. Transparan: Masyarakat bisa melihat langsung tanggapan dewan tanpa sekat.
  3. Real-Time: Masalah warga bisa langsung dicatat dan didengar saat itu juga.

Hingga saat ini, publik merasa belum mendapatkan rincian jelas mengenai penggunaan dana reses per anggota dewan. Minimnya keterbukaan informasi ini memicu dugaan bahwa reses hanya menjadi ruang tambahan pendapatan bagi anggota legislatif, bukan murni untuk kepentingan rakyat.

Masyarakat berharap DPRD Kabupaten Probolinggo berani melakukan inovasi dalam berkomunikasi agar anggaran daerah dapat dialihkan untuk pembangunan infrastruktur yang lebih mendesak.

Admin

Recent Posts

Idul Adha 1447 H: Polres Probolinggo Salurkan Belasan Sapi dan Puluhan Kambing untuk Kaum Dhuafa

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M,…

38 menit ago

LSM LIBAS 88 Nusantara Beri Ucapan Selamat atas Terpilihnya Ketua DPD BM PAN Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Terpilihnya Muhammad Hotip (sebelumnya tertulis Hotim) sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Barisan…

6 jam ago

Muhammad Hotip Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD BM PAN Kabupaten Probolinggo 2026-2031

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPD…

22 jam ago

Polres Situbondo Gagalkan Peredaran 7.000 Pil Trex di Kamar Kos

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Satresnarkoba Polres Situbondo kembali menorehkan prestasi dalam pemberantas obat keras berbahaya (okerbaya).…

23 jam ago

Bobot Lebih dari 1 Ton, Sapi Simental asal Situbondo Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Sapi jantan jenis simental bernama "Jaguar" milik peternak asal Kabupaten Situbondo, Jawa…

3 hari ago

Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Situbondo Gelar Lomba Domino Kapolres Cup 2026

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Suasana penuh keakraban dan kebersamaan menyelimuti Lapangan Tennis Mapolres Situbondo pada Sabtu…

3 hari ago