Categories: Daerah

Antisipasi El Nino 2026, BPBD Lumajang Siagakan 4 Truk Tangki dan Mitigasi Krisis Air di 20 Desa

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan langkah mitigasi. Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi pada rentang bulan Agustus hingga September mendatang.

Kepala BPBD Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa pemetaan wilayah terdampak telah dilakukan. Berdasarkan data terkini, terdapat lebih dari 20 desa di enam kecamatan yang masuk dalam zona rawan krisis air bersih.

Daftar Wilayah Rawan Kekeringan di Lumajang

Beberapa titik fokus pengawasan BPBD meliputi:

  • Kecamatan Ranuyoso
  • Kecamatan Klakah
  • Kecamatan Kedungjajang
  • Kecamatan Senduro
  • Kecamatan Gucialit
  • Kecamatan Padang

“Mitigasi sudah kami lakukan sejak dini. Kami mencatat ada lebih dari 20 desa di enam kecamatan tersebut yang memang langganan dan berpotensi mengalami krisis air bersih cukup parah,” ujar Isnugroho saat memberikan keterangan pers.

Sebagai langkah konkret, BPBD Lumajang telah menyiagakan 4 unit mobil tangki air yang siap didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Selain armada internal, BPBD juga telah mengajukan bantuan logistik ke tingkat provinsi.

  • Bantuan yang diajukan: 1.300 tandon air.
  • Kapasitas: 1.200 liter per tandon.
  • Status: Menunggu proses distribusi dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

Tak hanya krisis air, fenomena El Nino juga membawa risiko tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan. Isnugroho menegaskan bahwa pihaknya telah memetakan kawasan rawan kebakaran, terutama di area perkebunan tebu yang berbatasan langsung dengan hutan.

Wilayah mulai dari Sumber Urip hingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini berada dalam pengawasan ketat.

Jika kondisi kekeringan meluas, BPBD akan segera mengusulkan kepada Bupati Lumajang untuk menetapkan Status Siaga Darurat Bencana. Langkah ini diambil agar penanganan bencana bisa dilakukan secara lebih cepat dan terpadu.

Dalam penanggulangannya, BPBD tidak bekerja sendiri. Mereka bersinergi dengan lintas sektor yang melibatkan:

  1. TNI dan Polri
  2. Kejaksaan
  3. Satpol PP
  4. Dinas-dinas terkait

“Khusus untuk penanganan kebakaran, kami akan bersinergi dengan berbagai unsur untuk melakukan langkah-langkah penanggulangan secara kolektif,” pungkas Isnugroho.

Admin

Recent Posts

Aliansi LSM di Probolinggo Minta MUI Terbitkan Fatwa Debt Collector yang Spesifik dan Tidak Bias

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Aliansi…

6 menit ago

Kuota Haji Lumajang 2026 Melonjak ke 1.256 Jamaah, Cek Jadwal Keberangkatannya!

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. Jumlah calon jamaah haji (CJH) asal…

24 jam ago

LBH BIN dan Media Group Kawal Kasus di Jember, Selamet: Kalau Laporan Dibuat Berputar-putar, Ada Apa?

JEMBER – Lembaga Bantuan Hukum Barisan Independen Nusantara (LBH BIN) bersama Media Group terus mengawal…

1 hari ago

Perkuat Sinergi, DPD BNPM Bangkalan Kunjungi Dinas Pertanian demi Kemajuan Sektor Pertanian

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kabupaten Bangkalan terus…

2 hari ago

Kades Pakel Lumajang Cabut Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum: Damai Tanpa Dendam

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Kasus pengeroyokan yang menimpa Kepala Desa (Kades) Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang,…

2 hari ago

BBM di Kepulauan Kangean Sumenep Langka, Warga Serbu Pengecer Akibat Isu Kelangkaan

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep,…

2 hari ago