Categories: Kesehatan

Banyak Siswa Keracunan MBG karena Menunya Pakai Ikan Hiu, Fakta Bahayanya Ikan Hiu

DetikNusantara.co.id – Puluhan siswa di Ketapang, Kalimantan Barat keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Diduga menu MBG adalah ikan hiu.

Agus Kurniawi, Kepala Regional MBG Kalbar menyoroti ikan hiu yang ada di menu. Ikan hiu ini diduga menjadi penyebab keracunan. Dia menyebutnya sebagai keteledoran.

“Soal menu ikan hiu, itu murni kesalahan dan keteledoran dari SPPG kami. Mereka tidak teliti memilih menu. Ikan hiu itu dibeli dari TPI Rangga Sentap, produk lokal,” ujarnya.

Di beberapa daerah ikan hiu memang dikonsumsi, baik daging maupun siripnya. Hingga muncul mitos yang menyebut ikan hiu banyak manfaatnya untuk kesehatan, mulai dari awet muda hingga panjang umur.

Faktanya daging ikan hiu justru berbahaya bagi tubuh, karena mengandung merkuri, timbal, kadmium, hingga arsenik.

Hiu bisa mengandung logam berat karena hiu merupakan puncak rantai makanan di laut. Jadi hiu makan ikan dan hewan laut lainnya bahkan yang ukuran tubuhnya lebih besar.

Akibat dari kandungan logam pada hiu bisa menyebabkan keracunan dan berdampak buruk pada tubuh. Keracunan timbal akan membuat kerusakan ginjal, masalah sistem saraf, anemia dan memicu peyakit jantung.

Kadmium bisa memicu mual, diare, kram otot hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kandungan arsenik bisa menganggu saluran pernapasan, melemahkan fungsi ginjal. Dan merkuri bisa merusak hati, menurunkan kemampuan kognitif dan gangguan otot, termasuk gangguan perkembangan janin bagi ibu hamil.

Paparan logam berat jika terus berulang akan menyebabkan kanker.

Selain paparan logam berat, ikan hiu juga menahan ciguatoxin, yaitu racun yang terdapat dalam beberapa jenis alga atau tamanam laut. Tentunya ini juga berbahaya bagi tubuh yang gejala awalnya bisa muntah dan gangguan saraf.

Jadi sebaiknya makan ikan laut yang lazim dikonsumsi saja ya. Ikan hiu bikin panjang umur itu mitos.

Redaksi

Recent Posts

Jaga Silaturahmi, Keluarga Besar Bani Sabua Probolinggo Gelar Halal Bihalal ke-24

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Menjaga tradisi dan mempererat tali persaudaraan, keluarga besar Bani Sabua kembali menggelar…

51 menit ago

Antara Prosedur dan Nyawa: Mengapa Buser Tanpa Senjata Adalah Bunuh Diri Operasional

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Soalan: Bagaimana apabila terdapat kebijakan Polri yang menarik seluruh senjata api yang selama…

14 jam ago

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

3 hari ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

3 hari ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

4 hari ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

5 hari ago