SUMENEP,DetikNusantara.co.id – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait perkara penggelapan yang menimpa Qusyairi. Putusan tersebut membatalkan vonis lepas Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Madura, terhadap terdakwa Juhairiyah Binti Dinawi, sekaligus menegaskan bahwa yang bersangkutan terbukti secara sah melakukan tindak pidana, Jumat (26/09/2025)
Tim advokat korban, Dody Zulfan, dan Kartika Sari, menyebut putusan ini sebagai buah perjuangan panjang selama lebih dari lima tahun. Mereka menilai putusan PN Sumenep sebelumnya yang memutus lepas telah mencederai rasa keadilan.
Dalam amar putusannya, MA menjatuhkan pidana penjara selama tujuh bulan kepada terdakwa. Meski relatif ringan, putusan ini dianggap penting karena mengoreksi kekeliruan majelis hakim PN Sumenep yang dinilai gagal membedakan perkara pidana dan perdata.
Eksekusi putusan berjalan dramatis. Terpidana sempat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan, sebelum akhirnya berhasil diamankan di Kecamatan Guluk-Guluk. Proses eksekusi dipimpin langsung oleh JPU Surya Rizal Hertady, dengan dukungan informasi dari pihak korban dan tim penasihat hukum.
Pihak korban menyatakan apresiasi terhadap Kejaksaan Negeri Sumenep yang dinilai responsif dalam menuntaskan proses eksekusi, sekaligus menutup babak panjang pencarian keadilan yang sempat terhambat bertahun-tahun.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…
LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…
BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…
Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…