Categories: Daerah

Baru 50% Satuan Pelayanan Gizi Bangkalan Berizin, BNPM Desak Percepatan SLHS

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Dewan Pimpinan Daerah Barisan Nasional Pemuda Madura (DPD BNPM) Kabupaten Bangkalan menyoroti legalitas operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah setempat. Hal ini menyusul temuan bahwa baru separuh dari total SPPG yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Isu tersebut mencuat dalam audiensi DPD BNPM bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Kehadiran pengurus BNPM diterima oleh Sekretaris Dinkes Bangkalan, Yuyun, didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat, dr. Yulia.

Berdasarkan data pertemuan tersebut, dari total 160 unit SPPG di Bangkalan, baru sekitar 80 unit yang telah mengantongi izin SLHS. Sisanya masih dalam tahap pemenuhan persyaratan, bahkan ada beberapa unit yang sama sekali belum mengurus perizinan.

Ketua DPD BNPM Bangkalan menegaskan bahwa percepatan standar kelayakan dapur dan perizinan bersifat mendesak karena menyangkut kesehatan publik.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat. Kami mendorong agar seluruh SPPG memenuhi standar yang ditetapkan agar tidak muncul masalah kesehatan di kemudian hari,” tegas perwakilan BNPM.

Menanggapi desakan tersebut, pihak Dinkes menjelaskan bahwa penerbitan SLHS memerlukan tahapan teknis yang tidak instan. Beberapa syarat yang harus dipenuhi pengelola SPPG antara lain:

  • Bimbingan Teknis (Bimtek): Edukasi standar bagi pengelola.
  • Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL): Pengujian kualitas air.
  • Uji Laboratorium: Pemeriksaan kebersihan lingkungan dan sampel makanan.
  • Pengelolaan Limbah: Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Terkait operasional dapur SPPG yang tetap berjalan meski belum memiliki SLHS, dr. Yulia menjelaskan adanya pembagian kewenangan. Dinkes fokus pada regulasi teknis kesehatan, sementara pengawasan operasional kini berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

“Operasional dapur yang berjalan tanpa SLHS tersebut sudah masuk dalam kewenangan Badan Gizi Nasional. Dinkes memiliki batasan pada regulasi teknis kesehatannya,” jelas dr. Yulia.

Selain persoalan SPPG, dalam audiensi tersebut BNPM juga menyampaikan aspirasi terkait peningkatan layanan Puskesmas di Bangkalan agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga.

Admin

Recent Posts

Modus Baru Pemerasan Video Call: Oknum Ngaku Media Nasional & Polisi Polda Metro Jaya Ancam Sebar Rekaman

BONDOWOSO – Andik Junaedi, aktivis masyarakat pemerhati media nasional Kabupaten Bondowoso, menyesalkan terjadinya modus dugaan…

8 jam ago

Setelah Laporan Mandek 6 Bulan, Yakuza Maneges Dorong Proses Hukum Kasus Pelecehan Anak di Masjid

SIDOARJO – Perjuangan keluarga korban kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Tulangan…

1 hari ago

Piala Golkar Cup di Desa Batur Gading Meriah, Ketua DPRD Probolinggo Oka Mahendra Hadir Bersama Ketua AMPG

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Turnamen sepak bola Piala Golkar Cup yang digelar di Desa Batur, Kecamatan…

1 hari ago

Sosialisasi Diam-Diam di Lumajang, Panitia Penjaringan Rektor UIN KHAS Jember Diprotes Ribuan Mahasiswa

Jember - Ribuan mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember turun gunung mengepung Gedung…

2 hari ago

Tinjau Jembatan Curah Bubur, Feri Gita Rahayu Pastikan Aktivitas Warga Probolinggo Tetap Aman

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem Dapil IV, Feri Gita…

3 hari ago

Serap Aspirasi Masyarakat di Desa, Camat Bungatan Luncurkan Program BUNGA DESA

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id — Pemerintah Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, terus memperkuat pendekatan pembangunan yang berbasis pada…

3 hari ago