Categories: Berita

Diduga Main Hakim Sendiri, Oknum Ustadz Dilaporkan Karena Gasak Harta Tunadaksa di Kangean

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Sebuah tindakan yang sangat disesalkan terjadi di Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Seorang pria berinisial SR, yang dikenal sebagai seorang ustadz, diduga kuat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap seorang tunanetra bernama Bustam. Peristiwa memilukan ini terjadi pada tanggal 17 Mei 2025 dan telah dilaporkan secara resmi ke Polsek Kangean dengan nomor laporan: LP/B/18/IV/2025/Polres Sumenep_Kamis, 24 April 2025.

Berdasarkan laporan, SR yang merupakan warga Desa Pajennangger, Kecamatan Arjasa, diduga tidak seorang diri melainkan bersama tiga rekannya. Mereka diduga memaksa masuk ke rumah Bustam dan mengambil sejumlah alat pertukangan saat rumah dalam keadaan kosong. Motif dari tindakan tersebut diduga kuat adalah permasalahan utang piutang kayu jati antara Bustam dan orang tua SR.

Diketahui, Bustam yang juga memiliki keterbatasan fisik pada kakinya, memiliki sisa kewajiban pembayaran sebesar Rp10 juta dari total Rp18 juta. Ia telah membayar Rp8 juta dan telah berjanji untuk melunasi sisanya pada 15 Maret 2025. Namun, karena mengalami kesulitan ekonomi, Bustam meminta penundaan pembayaran. Alih-alih menunjukkan empati, SR justru diduga mengambil tindakan sendiri di luar jalur hukum.

Saat kejadian, Bustam sedang bekerja di Pulau Sepanjang. Ia sempat menghubungi SR dan meminta agar menunggu kedatangannya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara musyawarah. Namun, permintaan Bustam ditolak. SR memilih untuk mendatangi rumah Bustam yang sedang kosong dan membawa kabur barang-barang milik korban yang ditaksir bernilai sekitar Rp67 juta.

Tindakan SR ini sontak menuai kecaman dari masyarakat setempat. “Tidak pantas disebut ustadz jika perilakunya seperti preman,” ungkap seorang warga yang enggan disebut namanya dengan nada geram.

Saat ini, kasus dugaan pencurian ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Masyarakat berharap pihak berwajib dapat memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, mengingat korban adalah seorang penyandang disabilitas.

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

3 hari ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

3 hari ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

3 hari ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

4 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

5 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

5 hari ago