Categories: Daerah

Dugaan Mark-Up Anggaran Media DPRD Probolinggo 2025 Rp450 Juta, Aktivis: Transparansi Dipertanyakan!

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Alokasi anggaran belanja Advertorial (ADV) media cetak, online, dan televisi di DPRD Kabupaten Probolinggo tahun 2025 memicu kontroversi. Aktivis muda Probolinggo, Noval Yulianto, menyoroti nilai anggaran yang dinilai fantastis mencapai Rp450 juta, namun hanya mencakup jumlah media yang sangat terbatas.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran ratusan juta tersebut kabarnya hanya diperuntukkan bagi 13 media online dan 1 media televisi. Hal ini memunculkan dugaan adanya praktik mark-up atau penggelembungan harga dalam kerja sama media di lingkungan Sekretariat DPRD.

Noval mengungkapkan bahwa jika dibandingkan dengan harga pasar standar perusahaan pers, angka Rp450 juta untuk 14 media dirasa tidak rasional.

“Saya mendapatkan data bahwa harga ADV media online umumnya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per berita. Sementara untuk televisi nasional, kisarannya berada di angka Rp5 juta sampai Rp15 juta,” ungkap Noval kepada media, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, di tengah instruksi Pemerintah Pusat mengenai efisiensi anggaran, belanja media dengan nilai jumbo tersebut justru tidak memberikan dampak langsung yang signifikan bagi masyarakat.

“Kami menduga ada permainan harga melihat perbandingan antara nilai anggaran dengan jumlah media yang hanya 13 media online dan 1 televisi. Ini perlu diaudit,” tegasnya.

Sebagai bentuk fungsi kontrol sosial, Noval berencana meminta klarifikasi resmi kepada pihak DPRD Kabupaten Probolinggo, khususnya melalui Sekretaris Dewan (Sekwan). Ia menuntut rincian penggunaan anggaran tersebut dibuka secara transparan demi memenuhi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Masyarakat berhak tahu kemana larinya uang pajak mereka. Jika rinciannya tidak masuk akal, maka ada indikasi kuat penyelewengan,” tambah Noval.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Probolinggo Yulius Christian. Namun, pihak Sekwan belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait rincian penggunaan anggaran APBD 2025 untuk kebutuhan publikasi media tersebut.

Senyapnya pihak legislatif dalam menanggapi isu ini semakin memperkuat desakan publik agar pihak berwenang melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Probolinggo.

Admin

Recent Posts

PCNU Jember Tanpa Kepengurusan Definitif Usai SK Karteker Habis, GP Ansor Jaga Aset Organisasi

Jember – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jember menggelar kegiatan bersih-bersih sekaligus pengecekan…

23 jam ago

Kopdes Merah Putih di Jawa Timur: Ribuan Terbentuk, Kapan Rakyat Benar-Benar Merasakan Manfaatnya?

Oleh: SITI AISYAH, M.E.  Institut Badri Mashduqi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih)…

2 hari ago

Polres Probolinggo Digugat Praperadilan, Penetapan Tersangka WNA Tiongkok Dipersoalkan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Penetapan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Dingbiao Cui alias Mr. Cui,…

2 hari ago

HUT ke-62 Partai Golkar, Oka Mahendra Pimpin Ziarah Makam Pahlawan di Kraksaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten…

2 hari ago

Homestay B-29 Lumajang Akan Direnovasi, Pemkab Siapkan Fasilitas Lebih Nyaman bagi Wisatawan

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana merenovasi homestay di Desa Argosari, kawasan wisata B-29,…

3 hari ago

LBH Justisia Arunakara Apresiasi Kemenag Probolinggo Tangani Polemik Yayasan Ihyaul Islam Prasi Gading

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia mengapresiasi sikap Kantor Kementerian Agama…

4 hari ago