Categories: Organisasi

Dugaan Pelanggaran Aturan Menteri dalam Rekrutmen Direktur Perumdam, LSM LIBAS’88 Desak DPRD Bertindak

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Proses rekrutmen Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo menuai kritik tajam. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIBAS’88 Nusantara menilai Panitia Seleksi (Pansel) telah mengabaikan ketentuan Permen PUPR Nomor 15/PRT/M/2018 karena tidak mewajibkan sertifikat kompetensi sejak tahap pendaftaran.

Ketua LSM LIBAS’88 Nusantara menegaskan bahwa sertifikat kompetensi merupakan syarat jabatan yang bersifat mutlak, bukan sekadar pelengkap administratif setelah terpilih.

“Ini bukan soal perdebatan istilah antara ‘direktur’ atau ‘calon direktur’. Sertifikat kompetensi adalah syarat jabatan yang melekat (inherent requirement). Jika sejak awal tidak diwajibkan bagi pelamar, maka proses seleksi ini jelas-jelas menabrak aturan menteri,” tegasnya, Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, logika hukum yang digunakan Pansel sangat lemah. Ia menilai mustahil sebuah jabatan mensyaratkan kompetensi khusus, namun calon pelamarnya dibebaskan dari pembuktian kompetensi tersebut di awal seleksi.

LIBAS’88 menilai kelonggaran syarat ini berisiko melahirkan cacat prosedural yang berujung pada penurunan standar profesionalisme. Hal ini dikhawatirkan membuka celah bagi pengangkatan pejabat yang tidak kompeten, sehingga tujuan regulasi dalam menjamin layanan air minum dan perlindungan keuangan daerah tidak tercapai.

Lebih lanjut, LIBAS’88 mendesak DPRD Kabupaten Probolinggo untuk menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal.

“DPRD jangan hanya menjadi penonton. Rakyat menggaji mereka untuk melakukan pengawasan. Harus ada langkah konkret: panggil Pansel, minta klarifikasi resmi, dan rekomendasikan perbaikan atau pembatalan jika terbukti ada pelanggaran aturan,” ujarnya.

Sikap pasif dari legislatif, menurut LIBAS’88, justru akan memperkuat dugaan adanya pembiaran terhadap pelanggaran asas-asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB). Ia pun memperingatkan adanya konsekuensi hukum jika proses ini tetap dipaksakan tanpa evaluasi.

“Hasil seleksi ini rentan digugat melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Jika terbukti melanggar prosedur, keputusan pengangkatan tersebut bisa dinyatakan tidak sah atau batal demi hukum,” tambahnya.

Sebagai penutup, LIBAS’88 meminta seluruh pihak untuk kembali pada prinsip meritokrasi dalam mengelola BUMD.

“Perumdam ini mengelola hajat hidup orang banyak. Standar kompetensi adalah harga mati sejak tahap pencalonan. Jangan main-main dengan aturan demi kepentingan sesaat,” pungkasnya.

Admin

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

11 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

14 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

14 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

14 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

14 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

16 jam ago