SAMPANG,Detiknusantara.co.id Ribuan rumpon nelayan Pantura Madura rusak akibat aktivitas seismik, namun ganti rugi rumpon Rp21 miliar tak kunjung cair. Kondisi itu memicu kemarahan nelayan yang kini secara tegas menghadang langkah eksplorasi Petronas di Sumur Barokah, utara Madura.
Penolakan meledak saat Petronas menggelar sosialisasi di kantor Pemkab Sampang, Jumat (26/9/2025). Nelayan menilai Petronas tidak pantas melanjutkan proyek sebelum hak mereka dipenuhi dan kasus dugaan penyelewengan dana kompensasi oleh PT Elnusa dan PT Bintang Anugerah tuntas di meja hukum.
“Kami minta Petronas menghargai proses hukum. Jangan ada kegiatan sebelum ganti rugi ribuan rumpon dibayar,” tegas Haris, perwakilan nelayan Jatra Timur.
Aktivis nelayan Herman Hidayat bahkan memperingatkan aparat keamanan agar tidak menjadi tameng perusahaan asing.
“Kami minta TNI-Polri tidak jadi pelindung Petronas. Kalau kapal seismik dipaksa masuk, nelayan siap aksi di laut. Jangan sampai aparat dijadikan alat untuk menekan rakyat,” ujarnya lantang.
Herman, yang juga Ketua DPC Projo Sampang, menutup dengan ultimatum: eksplorasi hanya bisa jalan setelah hak-hak nelayan terpenuhi.
“Kalau ganti rugi sudah cair, silakan ngebor. Tapi sebelum itu, nelayan akan terus menghadang,” tandasnya
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brigade Komando (Brikom) Tapal Kuda Nusantara (TKN) resmi…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kematian YBS, seorang siswa kelas IV SD berusia 10 tahun di Kabupaten…
SIDOARJO, DetikNusantara.co.id – Teka-teki mengenai kepemilikan mobil dinas jenis Toyota Innova dengan nomor polisi N…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan kembali menggelar sidang lanjutan perkara pembunuhan dengan terdakwa…
SIDOARJO, DetikNusantara.co.id – Sebuah mobil dinas milik Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo tengah menjadi sorotan publik.…
JEMBER – Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang menimpa Januar Arik Febriyanto kembali menjadi sorotan.…