PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proses eksekusi sebuah rumah warga di Desa Alaspandan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, berjalan dramatis dan sempat diwarnai ketegangan dan perlawanan dari pihak tergugat, Rabu (15/10/2025).
Keluarga tergugat, yang terdiri dari Radawi, Mi’an, dan Burhan, keberatan dengan eksekusi itu karena batas utara, timur, selatan, dan barat lahan yang dieksekusi dianggap melenceng dari putusan.
Kuasa hukum tergugat, Prayuda, sempat meminta Panitera untuk melakukan survei ulang batas-batas sesuai putusan, tetapi permintaannya ditolak dan eksekusi tetap dilanjutkan.
Ketegangan memuncak saat terjadi aksi saling dorong antara pihak tergugat, kuasa hukum, dan petugas kepolisian ketika pembacaan putusan eksekusi.
Samsul Arifin, salah satu tergugat, mengungkapkan kekecewaannya.”Sama-sama tidak sesuai di lapangan, ini sangat mengecewakan bagi kami,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan langkah hukum selanjutnya.
Setelah eksekusi, Samsul bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah saudara di desa lain. Sementara itu, anggota keluarga lainnya akan tinggal di penampungan sementara. Pihak tergugat juga sempat mengejar
Ketua Pengadilan Negeri Kraksaan yang hadir untuk memantau proses, guna menyampaikan keberatan mereka dan meminta eksekusi dilakukan sesuai putusan yang sebenarnya.
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…