Categories: Ekonomi

Kelangkaan LPG 3 Kg di Probolinggo Tak Kunjung Usai, Pelaku UMKM: Habis Sidak Malah Makin Sulit!

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mengatasi karut-marut distribusi LPG bersubsidi nampaknya belum membuahkan hasil signifikan. Meski inspeksi mendadak (Sidak) telah digelar secara masif di 24 kecamatan, kelangkaan gas melon dan harga yang melambung jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) masih mencekik masyarakat.

Keluhan ini salah satunya datang dari Lidia, seorang pelaku UMKM asal Kecamatan Paiton. Sebagai pedagang nasi dan kue, ia membutuhkan sedikitnya 2 hingga 4 tabung LPG per hari. Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan.

“Setelah ada sidak, kondisinya tambah tidak karuan. LPG tetap sulit didapat dan harganya mahal. Sekarang di toko hanya boleh beli satu tabung, harganya pun bervariasi dari Rp22.000 hingga Rp30.000. Saya sampai harus cari dari Paiton ke Kraksaan hanya untuk bisa jualan,” ungkap Lidia dengan nada kecewa.

Kondisi yang tak kunjung membaik ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis. Ketua Libas 88 Nusantara, Muhyidin Eviny, menilai pemerintah tidak boleh hanya sekadar melakukan formalitas sidak tanpa adanya tindakan hukum yang memberikan efek jera.

Menurut Muhyidin, pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) harus mulai mengambil langkah berani untuk menindak oknum-oknum yang sengaja mempermainkan stok dan harga di pasar.

“Pemerintah harus tegas, jangan mau dipermainkan oleh oknum pedagang nakal. Kalau hanya sidak dan imbauan saja, tidak akan ada pengaruhnya di lapangan,” tegas Muhyidin.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan implementasi regulasi yang ada. Menurutnya, penambahan pasokan gas subsidi tidak akan pernah menyelesaikan masalah selama rantai distribusi gelap tidak diputus melalui jalur hukum.

“Dalam Undang-Undang Migas itu sudah jelas aturannya. Pertanyaannya, kenapa sampai sekarang tidak ada satupun yang ditangkap? Meskipun pasokan ditambah sebanyak apapun, jika para penimbun tidak ditindak, masalah LPG subsidi ini tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.

Masyarakat kini berharap Pemkab Probolinggo tidak hanya berhenti pada pemantauan, namun benar-benar hadir untuk menstabilkan harga agar beban hidup warga, terutama pelaku usaha kecil, tidak semakin berat.

Admin

Recent Posts

Viral Nakes di Probolinggo Dibegal, Ternyata Cuma Skenario Palsu Demi Jual Motor Orang Tua

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polsek Kraksaan berhasil mengungkap fakta mengejutkan di balik dugaan kasus pembegalan yang…

5 jam ago

Pasca Penggeledahan Kantor BGN, LSM Libas 88 Minta Kejari Probolinggo Audit SPPG

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pasca-penggeledahan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat,…

7 jam ago

Fakta Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional Usai Pencopotan Dadan Hindayana

JAKARTA, DetikNusantara.co.id – Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung…

7 jam ago

Sebulan Pasca-Sidak Sekda Probolinggo, Sanksi Kasus Dugaan Perselingkuhan ASN Puskesmas Krejengan Belum Turun

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Penanganan kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan…

16 jam ago

Kalah dari Desa, LSM Libas 88 Minta DPRD Kabupaten Probolinggo Pajang Banner Anggaran Rp83 Miliar

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Libas 88 Nusantara mendesak DPRD Kabupaten Probolinggo untuk…

3 hari ago

Profil Manis Paswedan, Calon Kuat Ketua KNPI Kabupaten Probolinggo yang Siap Bawa Perubahan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Bursa pemilihan calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo mulai…

3 hari ago