Categories: Berita

KOMSIPRO Kritik Pemkab Probolinggo: Kesejahteraan Jurnalis Diabaikan, Proyek Mangkrak Justru Menjamur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) melayangkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Mereka menilai pemerintah daerah kurang memberikan perhatian terhadap perlindungan dan kesejahteraan para jurnalis lapangan yang memiliki risiko kerja tinggi.

Ketua KOMSIPRO, Ahmad Hilmiddin, mengungkapkan bahwa peran wartawan di Probolinggo seolah dipandang sebelah mata oleh para pejabat daerah. Padahal, mobilitas jurnalis dalam menyajikan berita updatesetiap hari menuntut fisik yang kuat dan menghadapi berbagai risiko di jalanan.

“Kerja seorang wartawan masuk kategori berisiko tinggi. Rekan-rekan harus berada di lapangan setiap hari, tidak peduli hujan maupun panas, demi menyajikan informasi bagi masyarakat,” ujar Hilmiddin.

Ia juga menyoroti kerentanan kecelakaan lalu lintas yang sering mengintai jurnalis saat mengejar peristiwa yang tidak terprediksi. Menurutnya, sebagai pilar keempat demokrasi, kontribusi wartawan dalam pembangunan daerah sangat besar namun minim apresiasi dari pemerintah.

Hilmiddin memberikan ilustrasi sederhana mengenai bentuk perhatian yang bisa diberikan pemerintah, salah satunya melalui jaminan kesehatan (BPJS).

“Jika Pemerintah mau peduli sedikit saja, biaya BPJS untuk wartawan tidak akan menguras dana APBD secara signifikan. Contohnya, jika biaya per orang Rp150 ribu dan ada 100 wartawan, Pemkab hanya perlu mengeluarkan Rp15 juta per bulan,” tegasnya.

Ironisnya, ia membandingkan pengabaian kesejahteraan ini dengan besarnya anggaran APBD yang justru terserap pada proyek pembangunan fisik yang tidak tepat sasaran dan berakhir menjadi bangunan mangkrak.

KOMSIPRO menilai Pemkab Probolinggo lebih mementingkan proyek miliaran rupiah yang manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat maupun mitra kerja pemerintah.

“Banyak gedung mangkrak yang dibangun. Contoh nyata di Kraksaan ada pusat oleh-oleh, dan di Paiton ada bangunan KIHT (Kawasan Industri Hasil Tembakau) yang mungkin saat ini sudah jadi gedung hantu karena tidak berfungsi,” pungkas Hilmiddin.

KOMSIPRO berharap Pemkab Probolinggo mulai mengevaluasi kebijakan anggarannya agar lebih proporsional, termasuk dalam menjamin keselamatan kerja para jurnalis yang membantu mempublikasikan capaian daerah.

Admin

Recent Posts

DPD PSI Kabupaten Probolinggo Temui Jokowi, Minta Arahan untuk Penguatan Partai di Daerah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Probolinggo melakukan…

2 menit ago

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

20 jam ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

24 jam ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

1 hari ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

4 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

5 hari ago