SURABAYA – Kasus dugaan penipuan paket perjalanan mewah ke Jepang yang merugikan sebuah keluarga di Surabaya kini memasuki babak baru. Meskipun berkas perkara atas tersangka berinisial LSS telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, pihak korban merasa cemas karena pemilik agen perjalanan tersebut hingga kini dilaporkan belum ditahan.
Kuasa hukum korban, Elok Kadja, menyampaikan kekecewaannya atas status tersangka yang masih bebas. “Klien kami tidak hanya rugi materi, tapi juga beban psikologis karena rencana besar keluarga hancur berantakan. Kami meminta kepolisian dan kejaksaan segera mengambil tindakan tegas,” ujar Elok pada Rabu (6/5/2026). Kasus ini sendiri telah dilaporkan sejak 18 Mei 2025 dengan nomor laporan LP/B/478/V/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.
Modus Operandi “E-Ticket” Fiktif
Keluarga PS menjadi korban setelah mempercayakan perjalanan musim semi mereka kepada LSS. Tersangka menjanjikan fasilitas Business Class menggunakan maskapai Cathay Pacific dengan memberikan manifes atau e-ticket profesional berkode reservasi (PNR) WXIVOP berstatus “Confirmed”.
Naas, saat keluarga PS hendak berangkat dari bandara, petugas maskapai menyatakan kode tersebut tidak terdaftar. Tiket yang dijanjikan terbukti hanya lembaran kertas fiktif. Lima penumpang yang tercatat dalam dokumen palsu tersebut adalah GT, PS, AT, PK, dan AT.
Detail Kerugian dan Fasilitas yang Hangus
Berdasarkan dokumen penyidikan, rencana perjalanan yang seharusnya dilakukan adalah:
Keberangkatan (26 Maret 2025): Surabaya – Hong Kong – Tokyo Haneda (CX 0780 & CX 0542).
Kepulangan (5 April 2025): Tokyo Narita – Hong Kong – Surabaya (CX 0509 & CX 0779).
Selain kerugian tiket pesawat senilai Rp177.450.000, korban juga kehilangan biaya akomodasi di Sotetsu Fresa Inn Ginza Nanachome, Tokyo, selama 10 malam. Penginapan di kawasan elit Ginza tersebut sedianya dipesan untuk dua unit Adjoining Room. Total kerugian korban pun membengkak hingga menembus angka Rp500.000.000, termasuk biaya pemandu wisata, sewa mobil, hingga tiket Tokyo Disneyland yang seluruhnya hangus.
Konfirmasi Terhambat dan Identitas Agen
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada LSS melalui kontak WhatsApp maupun seluler di nomor 0813-4762-63** tidak membuahkan hasil. Meski pesan terkirim (centang dua), namun tidak ada respons selama dua hari terakhir, dan sambungan telepon GSM dialihkan.
Nomor tersebut diketahui sebagai kontak resmi PT. Sumber Jaya Tour yang berkantor di Jalan Mulyosari No. 402, Surabaya. Catatan dokumen menunjukkan bahwa penyidik Polrestabes Surabaya setidaknya telah melakukan enam kali tahapan penyidikan terhadap kasus ini sebelum akhirnya dinyatakan P-21. Publik kini dihimbau untuk selalu melakukan verifikasi mandiri atas kode booking tiket dan hotel guna menghindari modus penipuan serupa. – RCX













