Categories: Pemerintahan

Lelah Menanti Janji, Warga Bilis-Bilis Sumenep Swadaya Perbaiki Jalan Kabupaten

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Kecewa karena janji pemerintah tak kunjung terealisasi sementara kondisi jalan kian memprihatinkan, warga Desa Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, akhirnya mengambil langkah konkret. Warga setempat kompak melakukan aksi perbaikan jalan secara swadaya demi kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi.

Aksi gotong royong ini dilaksanakan pada Senin (12/1/2026). Jalan yang diperbaiki merupakan jalur alternatif sekaligus jalan poros rute Arjasa–Batu Guluk. Untuk membiayai proyek ini, warga mengumpulkan donasi secara sukarela. Inisiatif ini bahkan memancing simpati para perantau asal desa setempat yang berada di Malaysia untuk turut mengirimkan bantuan dana.

Meski dana yang terkumpul terbatas, warga menyiasatinya dengan pengadaan material secara berkala. Hingga saat ini, perbaikan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan lebar 3 meter tersebut telah memasuki tahap ketiga dan sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh para pengendara yang melintas.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Bilis-Bilis sudah lama mendambakan akses jalan yang layak. Namun, pemerintah daerah dinilai seolah tutup mata terhadap kerusakan tersebut.

“Jalan ini seharusnya menjadi prioritas karena merupakan jalur alternatif utama dari Arjasa menuju Batu Guluk maupun sebaliknya,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Bendahara Tim Pelaksana Perbaikan Jalan, Sanawi, mendesak kepedulian dari dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau Bina Marga. Ia menyatakan bahwa warga sudah lelah menunggu janji-janji manis yang tak kunjung terwujud.

“Ini jalur vital. Janji pemerintah sudah lama kami dengar, tapi sampai hari ini hanya omong kosong belaka. Kami sudah muak dengan janji tanpa bukti,” tegas Sanawi kepada awak media.

Di sisi lain, Kepala Desa Bilis-Bilis, Abd Rasyid, menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah kabupaten, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Kami sudah pernah mengajukan permohonan. Mengingat statusnya, perbaikan jalan ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dan kabupaten,” jelas Rasyid singkat.

Ia juga menambahkan bahwa pihak desa tidak bisa menghalangi inisiatif warga untuk melakukan perbaikan secara mandiri karena kondisi jalan yang memang sudah sangat rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Admin

Recent Posts

LIRA Kecam Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Desak Pembentukan Tim Investigasi Independen

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menyoroti dugaan kasus penyadapan…

11 jam ago

Klaim Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD “Kecil” Dikecam, LSM AMPP: Tidak Rasional dan Melukai Keadilan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…

2 hari ago

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

2 hari ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

2 hari ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

2 hari ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

2 hari ago