Categories: Peristiwa

Me Gacoan di Kota Probolinggo Ditutup Sementara karena Alasan Ini

PROBOLINGGO,DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menutup gerai Me Gacoan yang berlokasi di Jalan Suroyo, Kecamatan Kanigaran, pada Senin (22/9/2025). Penutupan ini dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis terkait persyaratan dari perangkat daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo, Muhammad Abas, menyampaikan bahwa penutupan sementara tersebut didasari rekomendasi yang menyatakan kegiatan usaha Me Gacoan belum memenuhi persyaratan perizinan.

“Jadi kami (Pemkot Probolinggo:red) tidak bertujuan mematikan usaha, namun memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Penutupan ini berdasarkan SK penghentian kegiatan sementara mulai 22 September hingga 30 hari ke depan,” ujarnya, Selasa (23/9/2025)

Abas menegaskan, seluruh pelaku usaha wajib menghormati regulasi yang ada. Masyarakat juga diharapkan memahami langkah ini sebagai upaya untuk kepentingan bersama.

Pemkot Probolinggo, lanjutnya, tetap berkomitmen menjaga keseimbangan iklim investasi dengan memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum.

“Tentunya kami (Pemkot) terbuka dan siap mendampingi manajemen dalam proses pemenuhan persyaratan agar nantinya dapat kembali beroperasi,” imbuh Abas.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis, Corporate Communications Manager PT Pesta Pora Abadi selaku pengelola Mie Gacoan, Purnama Aditya, menanggapi keputusan penutupan tersebut dengan beberapa poin:

1. Kami sangat menyayangkan keputusan penghentian sementara operasional gerai. Kami memahami langkah tersebut diambil dalam kerangka penegakan aturan, namun hal ini berdampak langsung kepada karyawan yang mayoritas warga lokal serta para mitra ojek online yang bergantung pada aktivitas gerai. Kami berharap proses ini mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi di sekitar lokasi.

2. Seluruh perizinan operasional telah kami proses ke dinas terkait. Kami menghormati prosedur administrasi yang berlaku dan memahami bahwa penyelarasan administrasi membutuhkan waktu. Kami berkomitmen melengkapi setiap persyaratan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait hingga seluruh tahapan perizinan dinyatakan tuntas.

3. Terkait penataan lahan parkir, hingga kini belum tercapai kesepakatan dengan Pemerintah Kota. Syarat dan komponen biaya yang diajukan masih kami kaji karena dirasa cukup memberatkan operasional gerai. Kami tetap terbuka untuk mencari opsi sesuai ketentuan, proporsional dari sisi biaya, serta menjaga kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi.

4. Kami menghormati Pemerintah Kota, dinas terkait, serta seluruh jajaran pemangku kebijakan di Kota Probolinggo dengan terus menerima dan mendengarkan masukan yang konstruktif.

Redaksi

Recent Posts

Klaim Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD “Kecil” Dikecam, LSM AMPP: Tidak Rasional dan Melukai Keadilan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…

5 jam ago

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

19 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

22 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

22 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

23 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

23 jam ago