DetikNusantara.co.id – Setiap tanggal 31 Desember malam, langit Indonesia selalu dihiasi warna-warni kembang api, suara bising terompet, dan aroma sedap ikan bakar yang menyerbak di pemukiman warga. Namun, tahukah Anda bahwa tradisi-tradisi ini memiliki akar sejarah dan pergeseran budaya yang panjang?
Berikut adalah ulasan sejarah di balik tiga elemen ikonik perayaan tahun baru tersebut:
1. Kembang Api: Pengusir Roh Jahat dari Timur
Tradisi kembang api bermula dari Tiongkok kuno pada abad ke-7 (Dinasti Tang). Awalnya, bubuk mesiu dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar untuk menciptakan ledakan keras.
2. Terompet: Simbol Pengingat Waktu dan Tradisi Yahudi
Suara terompet yang memekakkan telinga ternyata memiliki kaitan dengan tradisi keagamaan kuno. Dalam budaya Yahudi, terdapat alat musik tiup dari tanduk domba yang disebut Shofar.
3. Bakar-Bakar (Barbeque): Warisan Budaya Kumpul Komunal
Berbeda dengan kembang api dan terompet yang berasal dari luar, tradisi membakar ikan atau jagung merupakan bentuk budaya komunal asli masyarakat Indonesia.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…
LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…
BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…
Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…