Categories: Nasional

Meta Umumkan telah Menghapus 6,8 Juta Akun Penipuan di WhatsApp

DetikNusantara.co.id – WhatsApp menghapus 6,8 juta akun yang terhubung dengan penipuan global selama paruh pertama tahun ini. Informasi tersebut diumumkan oleh Meta, perusahaan induk WhatsApp.

Sebagian besar akun ini dikaitkan dengan pusat penipuan yang dijalankan sindikat kejahatan terorganisir di Asia Tenggara. Parahnya, operasi tersebut kerap menggunakan tenaga kerja paksa.

Pengumuman ini disampaikan, Rabu (6/8/2035) bersamaan dengan peluncuran fitur baru WhatsApp untuk mengantisipasi penipuan, termasuk peringatan jika pengguna dimasukkan ke dalam grup oleh seseorang yang tidak ada di daftar kontak mereka.

Langkah ini menargetkan modus penipuan yang semakin marak, di mana pelaku membajak akun WhatsApp atau menambahkan pengguna ke grup untuk mempromosikan investasi palsu dan skema penipuan lainnya.

Meta menegaskan, WhatsApp telah bertindak proaktif dengan mendeteksi dan menutup akun sebelum pusat penipuan sempat menggunakannya. Dalam salah satu kasus, WhatsApp bekerja sama dengan Meta dan pengembang ChatGPT, OpenAI, untuk menggagalkan penipuan yang dilakukan sindikat kriminal asal Kamboja. Sindikat ini menawarkan uang bagi yang memberikan “like” pada unggahan media sosial, sebagai bagian dari skema piramida penyewaan skuter palsu.

Pelaku Penipuan Memanfaatkan ChatGPT

Meta juga mengungkapkan bahwa pelaku penipuan memanfaatkan ChatGPT untuk membuat instruksi yang dikirim kepada calon korban. Biasanya, pelaku pertama kali menghubungi target lewat SMS sebelum memindahkan komunikasi ke media sosial atau aplikasi pesan pribadi. Transaksi penipuan umumnya dilakukan melalui platform pembayaran atau mata uang kripto.

“Ada satu ciri khas yang harus menjadi alarm: jika Anda diminta membayar di awal untuk mendapatkan keuntungan atau penghasilan yang dijanjikan, itu pasti penipuan,” tegas Meta.

Pusat-pusat penipuan yang merugikan korban hingga miliaran dolar diketahui beroperasi di negara-negara Asia Tenggara seperti Myanmar, Kamboja, dan Thailand. Tidak jarang, mereka juga merekrut orang dengan janji pekerjaan, lalu memaksa mereka menjalankan aksi penipuan.

Otoritas di kawasan tersebut mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi penipuan dan memanfaatkan fitur keamanan, seperti verifikasi dua langkah di WhatsApp, untuk melindungi akun dari pembajakan. Di Singapura, misalnya, kepolisian mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap permintaan mencurigakan yang masuk melalui aplikasi pesan.

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

1 hari ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

1 hari ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

1 hari ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

2 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

3 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

3 hari ago