Berita

Modus Minta Diantar, Residivis di Probolinggo Babak Belur Dihajar Massa Usai Rampas Motor

×

Modus Minta Diantar, Residivis di Probolinggo Babak Belur Dihajar Massa Usai Rampas Motor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aksi kriminalitas jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Probolinggo. Seorang pria paruh baya bernama Heri Gunawan (43), warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, babak belur dihajar massa. Ia tertangkap basah setelah merampas sepeda motor milik seorang warga pada Kamis malam (21/5/2026).

Akibat amukan warga yang geram, pelaku kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Waluyo Jati Kraksaan di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 21.00 WIB. Korban, Sayadi (54), warga Desa Klenang Lor, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, awalnya didatangi oleh pelaku yang meminta tolong untuk diantarkan ke seorang penjual motor.

Tanpa rasa curiga dan didasari rasa iba, korban bersedia membonceng pelaku menuju Desa Sebaung, Kecamatan Gending menggunakan sepeda motor Honda Vario bernopol N 6699 HA miliknya.

Namun, sesampainya di lokasi tujuan, penjual motor yang dimaksud ternyata tidak berada di tempat. Memanfaatkan kelengahan korban, pelaku langsung melancarkan aksi nekatnya.

“Sebelumnya saya tidak kenal dengan pelaku. Pelaku datang ke rumah tetangga, lalu meminta diantar ke penjual motor. Karena kasihan, akhirnya saya antar,” ungkap Sayadi saat memberikan keterangan.

Ketika korban lengah, Heri Gunawan langsung merebut kunci kontak sepeda motor korban secara paksa dan langsung tancap gas membawa kabur kendaraan tersebut.

Sadar dirinya menjadi korban perampasan, Sayadi spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan histeris korban memicu respons cepat dari warga dan pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Warga langsung melakukan pengejaran massal terhadap pelaku yang mencoba kabur ke arah barat. Pelarian pelaku akhirnya terhenti setelah warga berhasil mengepung dan menangkapnya di kawasan Desa Pajurangan, Kecamatan Gending.

Warga yang telanjur kesal dan geram dengan aksi pelaku langsung melayangkan bogem mentah. Beruntung, anggota Polsek Gending yang sedang melaksanakan patroli rutin segera tiba di lokasi kejadian (TKP) untuk meredam amarah massa dan mengamankan pelaku dari amukan yang lebih fatal.

Kapolsek Gending, AKP Mugi, membenarkan adanya insiden penangkapan pelaku curanmor dengan modus penipuan dan perampasan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diketahui memiliki rekam jejak kriminal yang kelam.

“Pelaku ini merupakan seorang residivis. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan akibat luka-luka yang dideritanya,” jelas AKP Mugi.

Pihak Polsek Gending menegaskan akan terus mendalami kasus ini guna mengungkap jaringan atau kemungkinan adanya tempat kejadian perkara (TKP) lain yang pernah disasar oleh pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *