PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks Masjid Fathullah, Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (10/06/2026). Kehadiran lautan manusia ini bertujuan untuk mengikuti jalannya haul ke-51 almarhum KH Fathullah Umar, ulama kharismatik sekaligus pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren (PP) Fathullah.
Haul tahun ini mengusung tema yang mendalam: “Meneladani Istiqamah dan Keikhlasan KH Fathullah Umar dalam Menjaga Sanad Keilmuan dan Akhlak Umat.”
Acara khidmat ini berlangsung sejak pagi hari dengan melibatkan partisipasi aktif dari keluarga besar Bani Fathullah, santri, alumni, hingga masyarakat umum. Berikut adalah rangkaian kegiatannya:
Dalam ceramahnya, KH Muhibulloh Kholil mengajak jamaah meneladani tiga hal utama dari sosok KH Fathullah Umar: keikhlasan dalam mengajar, kedekatan dengan masyarakat kecil, dan konsistensi membumikan pesan legendaris almarhum:
“Tak Masalah Nakpotoh Bani Fathullah Bedeh Dimmah Beih, Sepenting Manfaat Dek Ummat”(Tidak masalah anak cucu Bani Fathullah berada di mana saja, yang terpenting bisa bermanfaat untuk umat).
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Gending, pengurus PCNU Kraksaan, PCNU Kabupaten Probolinggo, serta para pengasuh pesantren se-eks Kawedanan Gending.
Ketua Panitia sekaligus perwakilan dzuriyah, Nun Mahin Munawir, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme jamaah yang hadir.
“Kehadiran jamaah sebanyak ini adalah bukti bahwa perjuangan Kiai Fathullah Umar masih hidup di hati masyarakat. Beliau tidak hanya meninggalkan pesantren, tetapi juga meninggalkan warisan akhlak mulia,” ujar Nun Mahin.
Senada dengan hal itu, Nun Ahmad Tijani selaku perwakilan keluarga Bani Fathullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan refleksi bagi generasi penerus.
“Haul ini bukan sekadar mengenang, tapi menjadi momen muhasabah bagi kami para penerus. Apakah kami sudah menjalankan amanah Mbah Fathullah dengan benar? Semoga haul ini menjadi penguat silaturahmi dan penyambung sanad keilmuan kepada almarhum,” tuturnya.
Sebagai komitmen menjaga marwah peninggalan KH Fathullah Umar, pihak keluarga menegaskan tiga prinsip utama yang akan terus dijaga ke depan:
Sinergi yang kuat juga terlihat sejak siang hari sebelum acara dimulai. Para dzuriyah dibantu warga sekitar saling bergotong-royong menyiapkan konsumsi hingga pengaturan area parkir demi kenyamanan jamaah.
“Sudah 51 tahun beliau wafat, tapi makamnya tidak pernah sepi peziarah. Apalagi saat momen haul seperti ini. Kami warga Sebaung merasa ikut memiliki dan bangga,” ungkap H. Subhan, salah seorang warga setempat.
Acara haul akbar ini ditutup dengan pembacaan doa yang khusyuk. Seluruh jamaah membubarkan diri dengan tertib membawa bingkisan berkat serta semangat baru untuk meneladani perjuangan suci KH Fathullah Umar.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dugaan keterlibatan seorang anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP)…
DetikNusantara.co.id - Perkembangan industri halal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang sangat signifikan dalam…
SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Polres Sumenep kembali melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengungkapan kasus dugaan manipulasi harga (mark-up) dan monopoli bahan baku program Makan…
JEMBER – Dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang bersumber dari Dana…
Jakarta - Sejumlah atlet siswa dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di DKI Jakarta…