Categories: Pendidikan

Terungkap, Kepala Sekolah  SMPN 1 Kraksaan Juga Pengasuh Yayasan di Sekitar Dimas Kanjeng

PROBOLINGGO,DetikNusantara.co.id – Satu persatu kasus dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) di SMPN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai terungkap dan semakin menarik perhatian publik.

Fakta baru yang disampaikan NN, selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Kraksaan, mengaku bahwa dirinya juga menjabat sebagai pengasuh di Yayasan Pendidikan Kholafiyah Hasaniyah, yang berlokasi di Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Pengakuan ini disampaikan NN saat dikonfirmasi oleh tim liputan Detik Nusantara, terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai pembelanjaan fiktif di SMPN 1 Kraksaan.

“Saya juga pengasuh di Yayasan Kholafiyah Hasaniyah, Mas, di selatannya Gerbang Dimas Kanjeng,” ungkapnya.

Yayasan Pendidikan Kholafiyah Hasaniyah diketahui memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari PAUD, RA, MI, MTs, hingga Madrasah Aliyah.

Terkait temuan BPK mengenai pembelanjaan fiktif Dana BOSP di SMPN 1 Kraksaan, sejumlah pihak kini mempertanyakan akuntabilitas penggunaan dana di yayasan yang juga dipimpin oleh NN.

Kasus ini menambah daftar panjang kasus dugaan penyelewengan dana pendidikan di wilayah tersebut. Pihak berwenang diharapkan dapat segera menindaklanjuti temuan ini dan memastikan keterbukaan dalam pengelolaan dana sekolah.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sembilan sekolah yang menjadi sampel audit.

Modus yang digunakan adalah transaksi fiktif melalui aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).

Berdasarkan temuan BPK, setelah dana BOS cair, pihak penyedia mengembalikan sebagian uang tersebut ke sekolah. Dana yang dikembalikan adalah total transaksi yang sudah dipotong pajak dan biaya jasa sebesar 5 persen.

Informasi yang didapat DetikNusantara.co.id menyebutkan bahwa seluruh proses transaksi di aplikasi SIPLah ini sepenuhnya dikerjakan oleh pihak penyedia.

Setelah dana BOS cair dan masuk ke rekening penyedia, uangnya dikembalikan lagi kepada bendahara BOS sekolah, baik secara tunai maupun transfer ke rekening pribadi. Praktik ini diduga sebagai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Berikut sembilan sekolah yang terlibat dalam praktik ini beserta besaran dana BOS yang diterima pada tahun 2024:

1. SMPN 1 Kraksaan: Rp870.000.000
2. SMPN 1 Besuk: Rp528.959.923
3. SMPN 1 Banyuanyar: Rp526.640.000
4. SMPN 3 Gading: Rp180.960.000
5. SMPN 1 Gading: Rp127.020.000
6. SMPN 1 Tiris: Rp199.520.000
7. SMPN 1 Maron: Rp270.860.000
8. SMPN 2 Maron: Rp164.720.000
9. SMPN 3 Maron: Rp167.620.000

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

1 hari ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

1 hari ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

1 hari ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

2 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

3 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

3 hari ago