SAMPANG,Detiknusantara.co.id – Aksi unjuk rasa ratusan nelayan pantura Madura di depan kantor SKK Migas Jatim, Rabu (20/8/2025), berakhir ricuh setelah audiensi tidak membuahkan hasil.
Para nelayan menuntut ganti rugi atas ribuan rumpon yang rusak akibat aktivitas seismik 3D migas Petronas di perairan utara Madura.
Koordinator lapangan aksi, Faris Reza Malik, mengatakan sebelumnya saat demo di kantor Petronas Gresik, nelayan tidak diterima dengan alasan menunggu instruksi dari SKK Migas. Kali ini, setelah sempat melakukan blokade jalan, pihak SKK Migas akhirnya membuka ruang dialog dengan menunjuk 10 orang perwakilan nelayan masuk ke kantor.
Dalam pertemuan itu, perwakilan SKK Migas menyatakan bahwa urusan ganti rugi rumpon sudah diselesaikan dengan Pemkab Sampang.
“Semua kewenangan dan kewajiban (Petronas) sudah diserahkan kepada Pemkab Sampang. Jadi, masalahnya sekarang berada di Pemkab Sampang,” ujar salah satu perwakilan SKK Migas.
Pernyataan tersebut membuat nelayan kecewa. Mereka sempat meminta agar SKK Migas memberikan surat pernyataan tertulis sebagai bukti, namun negosiasi tidak berjalan lancar.
Massa yang keluar dari ruangan kembali melakukan blokade ke dua kalinya jalan utama di Surabaya sebagai bentuk kekecewaan atas sikap SKK Migas
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…