Categories: Pemerintahan

Tingkatkan Nilai Ekonomi Sampah, PT POMI dan Pemerintah Gending Gelar Pelatihan Bank Sampah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, PT POMI Paiton Energy berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Gending menggelar pelatihan dan sosialisasi pengelolaan bank sampah berbasis kewirausahaan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (12-13/2/2026), ini dipusatkan di Recreation Hall POH 1, Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sebanyak 85 peserta hadir mengikuti kegiatan ini, mulai dari unsur TP PKK Kecamatan Gending, kader lingkungan, pengurus BUMDes, komunitas Alam Hijau, Pramuka, hingga perwakilan dunia usaha seperti PT Sasa Inti dan PG Gending. Sektor pendidikan dari tingkat SMP hingga SMA di wilayah Gending pun turut dilibatkan.

Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI, Rochman Hidayat, mengungkapkan bahwa edukasi ini bertujuan menjadikan Kecamatan Gending sebagai pionir pengelolaan sampah di Probolinggo.

“Harapannya, edukasi ini mampu memaksimalkan program pemerintah dalam pengelolaan sampah, sehingga ke depan hasilnya lebih nyata dan berdampak pada masyarakat,” ujar Rochman.

Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, menekankan pentingnya peran keluarga. Ia mengajak masyarakat untuk mulai peduli lingkungan dengan aksi nyata dari rumah.

“Mari kita tingkatkan kepedulian dengan menjaga alam. Jangan buang sampah sembarangan, mulailah memilah sampah dari rumah masing-masing,” imbaunya.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mencatat saat ini baru terdapat 28 bank sampah yang terdaftar. Kabid Pengelolaan Sampah DLH, Mishul Sauliyah Fitriawati, berharap kolaborasi PT POMI dan Kecamatan Gending ini memicu lahirnya unit-unit baru.

“Kami ingin program ini melahirkan ‘Satu Desa Satu Bank Sampah’. DLH tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan pemerintah desa karena fungsi kami adalah pendampingan dan pembinaan,” jelas Fitriawati.

Camat Gending, Winda Permata Erianti, menambahkan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan melihat kondisi sampah di sepanjang jalan raya Pantura wilayah Gending. Ia menargetkan setiap desa segera memiliki regulasi berupa Peraturan Desa (Perdes) tentang bank sampah.

“Kami ingin sampah teratasi dari hulu ke hilir. Ke depan, BUMDes diharapkan memiliki unit usaha bank sampah sehingga mampu memberikan nilai ekonomi tambahan bagi desa,” pungkas Winda.

Admin

Recent Posts

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

18 jam ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

22 jam ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

24 jam ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

4 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

5 hari ago

Zubaidi: RSUD Waluyo Jati Perlu Dievaluasi, DPRD Soroti Prosedur Medis dan Komunikasi Pasien

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap…

5 hari ago