Categories: Peristiwa

Truk Terguling di Tol Gempol Pasuruan, Trankonmasi Jatim Kecam Sikap Jasa Marga

PASURUAN, Detiknusantara.co.id Kasus truk tronton bermuatan material bangunan yang terguling di ruas Tol Gempol–Pasuruan, tepatnya di KM 77, menuai sorotan publik. Sopir truk bernama Dian mengaku kecewa setelah diminta membayar Rp 24 juta oleh pihak Jasa Marga sebagai ganti rugi atas kerusakan pembatas jalan tol akibat kecelakaan tersebut.

Dian menjelaskan bahwa peristiwa itu murni terjadi karena kelalaiannya saat mengemudi, tanpa melibatkan kendaraan lain. Meski mengakui kesalahan, ia berharap pihak Jasa Marga dapat memberikan keringanan biaya dengan pertimbangan kemanusiaan, mengingat dirinya hanyalah sopir harian yang bekerja untuk pemilik truk.

“Saya sudah minta maaf dan siap bertanggung jawab, tapi jumlah Rp 24 juta terlalu berat bagi saya. Saya berharap ada kebijakan keringanan dari Jasa Marga,” ujar Dian.

Menanggapi hal itu, Faris Reza Malik Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Trankonmasi Jawa Timur mengecam sikap Jasa Marga yang dinilai tidak memiliki empati terhadap kondisi ekonomi para sopir.

“Faris Reza Malik, menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak mencerminkan semangat perlindungan terhadap pengguna jalan tol sebagai konsumen.

“Kami menilai Jasa Marga terlalu kaku dan tidak berpihak pada keadilan sosial. Sopir truk seperti Dian adalah konsumen yang sudah membayar untuk menggunakan fasilitas tol. Seharusnya ada skema keringanan atau tanggung jawab bersama, bukan langsung dibebankan penuh,” tegas Faris.

Lebih lanjut, pihaknya akan segera mengirim surat resmi kepada Direktur Utama Jasa Marga untuk meminta klarifikasi dan mendorong adanya evaluasi terhadap kebijakan penanganan kecelakaan di ruas tol.

“Negara dan BUMN seperti Jasa Marga tidak boleh abai terhadap aspek kemanusiaan. Penegakan aturan harus disertai dengan empati,” tambahnya.

Kasus ini menjadi perhatian karena menunjukkan masih lemahnya aspek perlindungan konsumen dan keadilan sosial dalam pengelolaan jalan tol, terutama bagi sopir-sopir kecil yang bekerja mencari nafkah di sektor transportasi.Ucap Faris

Redaksi

Recent Posts

Sosok Iptu Miftahol Rahman, Kapolsek Krejengan yang Ramah dan Tegas serta Dekat dengan Ulama

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Sosok polisi yang ramah namun tetap tegas dalam menjalankan tugas terlihat pada…

6 hari ago

Video Dugaan Penelantaran Pasien Kecelakaan RSUD Waluyo Jati Viral, Gus Haris Sidak dan Siapkan Audit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Video yang menyoroti pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,…

6 hari ago

Perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan Diduga Belum Terima Jasa Medis Susulan Selama 8 Bulan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sejumlah perawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, diduga belum menerima…

6 hari ago

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya: Catatan Perjalanan Surabaya–Semarang

SURABAYA, DetikNusantara.co.id — Pukul enam pagi, perjalanan dari Surabaya menuju Semarang dimulai. Perjalanan itu bukan…

7 hari ago

BNPM DPC Konang Salurkan 5 Tangki Air Bersih Gratis, Warga Antusias di Tengah Kemarau Panjang

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan…

7 hari ago

Pasien Kecelakaan Meninggal di RSUD Waluyo Jati, Keluarga Soroti Pelayanan Rumah Sakit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi…

7 hari ago