PROBOLINGGO,DetikNusantara.co.id – Program prioritas pembangunan gedung PGRI Kabupaten Probolinggo, senilai Rp10 miliar masih mengalami sejumlah hambatan, padahal pembangunan sudah dicanangkan sejak tahun 2020. Dan kini masih pada tahap pembangunan pondasi dan footplate.
Pembangunan gedung PGRI tersebut membutuhkan biaya Rp.10.058.046.042. Hingga saat ini dana iuran yang dibebani Rp1.000.000 perguru masih terkumpul Rp2.004.292.000.
Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, H. Asim mengatakan, pembangunan agak tersendat karena tunjangan sertifikasi guru-guru sering terlambat cair.
“Sementara ini agak tersendat Krn memang tunjangan sertifikasi guru2 sering terlambat cair,” jawabnya Via WhatsApp.
Ia menambahkan akan tetap optimis meski pembangunan dilakukan secara bertahap dan menunggu hasil dari iuran dari guru-guru.
“Harus optimis bisa selesai walau scr bertahap,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Pembangunan Gedung PGRI masih belum bisa dipastikan akan selesai kapan dan belum memiliki target yang pasti.
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…