Daerah

Viral Video Polemik Rujukan Bayi Prematur di Bangkalan, Puskesmas Tanah Merah: Sudah Sesuai SOP

×

Viral Video Polemik Rujukan Bayi Prematur di Bangkalan, Puskesmas Tanah Merah: Sudah Sesuai SOP

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh video terkait proses rujukan seorang bayi prematur dari Puskesmas Tanah Merah, Bangkalan. Menanggapi polemik tersebut, pihak Puskesmas Tanah Merah bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Kecamatan Tanah Merah akhirnya angkat bicara.

Perbincangan hangat di netizen bermula ketika sebuah video mempertanyakan kebijakan puskesmas. Di dalam video, masyarakat mempertanyakan mengapa pasien tidak langsung dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan, melainkan diarahkan terlebih dahulu ke RSIA Hikmah Sawi.

Kepala Puskesmas Tanah Merah, dr. IB Hanafi, menegaskan bahwa seluruh proses penanganan hingga rujukan pasien telah dilaksanakan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

“Seluruh proses pelayanan dan rujukan di Puskesmas Tanah Merah telah dilaksanakan sesuai SOP. Petugas menjalankan tugas berdasarkan ketentuan yang berlaku,” ujar dr. Hanafi saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut, dr. Hanafi menjelaskan bahwa penentuan rumah sakit rujukan tidak dilakukan sepihak. Pihaknya selalu mempertimbangkan kondisi medis pasien serta hasil komunikasi dua arah dengan keluarga.

“Apabila keluarga menyampaikan pilihan rumah sakit yang diinginkan dan sesuai dengan ketentuan medis, maka hal tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam proses rujukan,” tambahnya.

Senada dengan pihak puskesmas, DPC BNPM Kecamatan Tanah Merah juga bergerak cepat melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Mereka mengumpulkan keterangan dari pihak puskesmas maupun keluarga pasien untuk memastikan transparansi informasi.

Koordinator Lapangan DPC BNPM Kecamatan Tanah Merah, Muhammad As’ad, mengungkapkan bahwa dari hasil penelusuran, proses pelayanan medis dipastikan berjalan normal tanpa intimidasi.

“Berdasarkan hasil peninjauan dan keterangan yang kami peroleh, proses pelayanan berjalan sesuai prosedur. Kami tidak menemukan adanya unsur paksaan maupun pelanggaran aturan dalam proses tersebut,” tegas As’ad.

Mengingat isu ini sempat liar di media sosial, Muhammad As’ad mengimbau masyarakat Bangkalan agar lebih bijak, saring sebelum sharing, dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang belum jelas kronologinya.

Ia menegaskan bahwa BNPM berkomitmen akan terus mengawal dan mengawasi jalannya pelayanan publik di wilayah Kecamatan Tanah Merah demi mendorong penyampaian informasi yang akurat dan mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *