Categories: Nasional

Alasan Pihak BGN Terkait Keracunan Massal Menu MBG Bahan Ikan Hiu di Ketapang

SUMENEP,DetikNusantara.co.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berbahan ikan hiu belum tentu menyebabkan keracunan massal siswa di Ketapang, Kalimantan Barat.

Namun, jika hasil penelitian menemukan bukti ikan hiu menyebabkan keracunan, maka menu itu akan dicoret dari daftar menu MBG.

“Terkait menu hiu itu, saya tegaskan kalau ada makanan yang terbukti membuat itu diidentifikasi sebagai yang membuat keracunan, kita enggak akan pakai di wilayah itu,” kata Nanik saat ditemui awak media di Cibubur, Depok, seperi dikutip dari berbagai sumber berita, Jumat (26/9/2025).

Alasan Menu Ikan Hiu

Nanik menjawab alasan daging ikan hiu masuk daftar menu MBG karena mengikuti kearifan lokal di wilayah tersebut.

“Menu apapun itu, karena kan tujuannya kearifan lokal, misalnya ternyata di wilayah ini yang paling banyak tongkol, ya kita gunakan. Hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan, kalau enggak di sini hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan,” ungkap Nanik.

Selama program berjalan di sekolah terkait, Nanik mengaku hiu baru diberikan sebanyak dua kali. “Hanya dua kali selama program berjalan,” Nanik menandasi.

Keracunan Massal MBG Akibat Menu Ikan Hiu

Diketahui, sejumlah pelajar menjadi korban kasus dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu ikan hiu filet saus tomat, oseng kol dan wortel di Ketapang, Kalimantan Barat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, dr. Feria Kowira, total, ada penambahan 8 pasien dari yang sebelumnya berjumlah 16 pelajar dan 1 orang guru dadi SDN 12 Kecamatan Benua Kayong yang menjadi korban dugaan keracunan MBG ini.

 Daging Ikan Hiu Bau Anyir dan Amis

Kepala sekolah SDN 12 Kecamatan Benua Kayong, Dewi Hardina menjelaskan kronologi dugaan keracunan massal  menu hiu. Menurut dia, gejala keracunan mulai timbul setengah jam usai murid menyantap MBG.

“Ruang kelas berubah jadi arena panik. Anak-anak mengeluh mual, dari ruang UKS mereka beriring ke puskesmas, lalu ke IGD RSUD dokter Agoesdjam,” tutur Dewi.

Dewi mengungkap, menu hiu dihidangkan mengeluarkan bau anyir dan lendir pada sayur. “Baunya agak menyengat,” kata Dewi, menandaskan.

Redaksi

Recent Posts

PABPDSI Probolinggo Usulkan Perda Desa Dicabut, Minta DPRD Bentuk Empat Perda Baru

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Probolinggo…

28 detik ago

PAW Anggota DPRD Jatim Mahrus, Noer Syamsi Zakaria: Nunggu Info dari DPP

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi…

2 jam ago

SPPG Paiton Berjaya Buka Suara Terkait Tudingan Arogan kepada Suplier Buah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paiton Berjaya akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan…

4 jam ago

Ngopi di Warung Kopi Pinggir Jalan, H. Bukasan Serap Aspirasi Warga Sekaligus Dukung UMKM Lumajang

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H.…

1 hari ago

Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Bungkam soal Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Penguatan Tebing di Desa Rangkang

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proyek pembangunan penguatan tebing kanan dan kiri sungai di Dusun 2 RT…

1 hari ago

Yakuza Maneges Jember Hadir dengan 7 Prinsip Ketat & Slogan Gasss Tanpa Ampun untuk Kemanusiaan

JEMBER, 3 Agustus 2026 — Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges resmi membuka cabang di Kabupaten Jember.…

1 hari ago