Foto : Dok. IG ASKAB PSSI Kabupaten Probolinggo
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Cabang Olahraga (Cabor) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan publik karena tetap menerima anggaran hibah fantastis sebesar Rp302 juta pada tahun 2025, meskipun tidak pernah mencetak prestasi dalam kejuaraan daerah.
Anggaran ini ada penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp350.000.000. Namun, ironisnya, dengan dana ratusan juta rupiah tersebut, PSSI Kabupaten Probolinggo, gagal menunjukkan performa yang baik dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), yang seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi seluruh cabor.
Informasi yang dihimpun Detik Nusantara menyebutkan adanya dugaan konflik kepentingan. Banyak pengurus Cabor PSSI Kabupaten Probolinggo yang juga menduduki jabatan inti di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo.
Saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran dan adanya pemotongan untuk tahun 2025 ini, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, H. Zainul Hasan, menyampaikan bahwa dana tersebut disalurkan berdasarkan kebutuhan cabor.
“Berdasarkan kebutuhan cabor, melalui mekanisme yang ada,” jelas H. Zainul Hasan singkat.
Anggaran yang sangat besar namun tidak berbanding lurus dengan prestasi di ajang Porprov ini seharusnya menjadi bahan koreksi dan evaluasi serius bagi KONI.
Tujuannya adalah agar dunia sepak bola di Kabupaten Probolinggo bisa lebih berkembang dan tidak sekadar habis pada penerimaan anggaran tanpa menghasilkan capaian yang membanggakan.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…
LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…
BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…
Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…