Categories: Berita

Banyak Keluhan di Program Makan Bergizi Gratis Probolinggo, Jaringan Kawal MBG Segera Dibentuk

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus temuan ulat atau belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya geger temuan ulat pada siomay di SPPG Sidodadi Paiton, insiden serupa kini terulang kembali di SPPG Sogaan Pakuniran. Kali ini, ulat ditemukan di dalam roti yang seharusnya dikonsumsi oleh anak sekolah dan ibu hamil.

Merespons rentetan kegagalan standar higienitas tersebut, Aktivis Muda Probolinggo, Nofal Yulianto, mengambil langkah tegas dengan menginisiasi pembentukan Jaringan Kawal MBG.

Nofal menilai temuan ulat yang berulang ini bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan bukti bobroknya pengawasan di lapangan. Ada tiga alasan utama mengapa wadah pengaduan ini harus ada di setiap kecamatan:

  1. Pengawasan BGN Melemah: Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai kurang ketat dalam mengaudit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga kepala dapur merasa tidak diawasi secara serius.
  2. Manajemen Dapur yang Buruk: Persiapan makanan yang dilakukan terlalu dini tanpa sanitasi dan penyimpanan yang tepat menjadi penyebab utama kontaminasi ulat.
  3. Indikasi Keuntungan Pribadi: Diduga ada oknum pengelola SPPG yang menggunakan bahan baku murah demi keuntungan signifikan, sehingga mengabaikan aspek gizi dan kebersihan.

“Karena banyaknya temuan masalah ini, saya akan membentuk Jaringan Kawal MBG sebagai posko pengaduan di setiap kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Masyarakat tidak boleh bingung lagi saat ingin melaporkan kebobrokan program ini,” tegas Nofal.

Nofal juga menyoroti lambatnya respon dari Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo selaku Ketua Satgas MBG. Ia menilai langkah Satgas kurang cepat dan tidak tegas dalam memberikan sanksi kepada SPPG yang bermasalah.

“Dampaknya sangat fatal. Ini bukan hanya soal ulat, tapi soal trauma siswa, kepanikan orang tua, dan risiko keracunan massal. Laporan KPAI sepanjang 2025 mencatat ribuan anak menjadi korban keracunan akibat kelalaian serupa. BGN harus berani mencabut izin operasional SPPG Sidodadi dan Sogaan,” tambahnya.

Admin

Recent Posts

Sempat Buron ke Bali, Dua DPO Kasus Curat dan Pencabulan Anak Berhasil Diringkus Polres Situbondo

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Anti Begal Unit Resmob Satreskrim Polres Situbondo…

19 menit ago

Wujudkan Situbondo Pantura Asri, Forkopimcam Bungatan Gelar Kerja Bakti Bersama Masyarakat

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id — Program Gerakan Situbondo Pantura Asri yang digagas oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio…

22 jam ago

LSM Libas 88 Sorot Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD PPP Tabrak UU MD3 dan Kode Etik

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Libas 88 Nusantara menyoroti dugaan keterlibatan seorang anggota…

22 jam ago

SPPI Probolinggo Temukan Dugaan Mark Up Bahan Baku MBG, JAKPRO Siap Seret Oknum Mitra SPPG ke Kejaksaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan penggelembungan harga (mark up) bahan baku menu Makan Bergizi Gratis…

1 hari ago

Dr. Muhammad Khozin Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pesantren Darul Arifin 2 Jember: Paparkan Keutamaan Ideologi Bernegara

Jember - Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan Jember-Lumajang, Dr. Muhammad Khozin, kembali melaksanakan kegiatan…

1 hari ago

Ribuan Jamaah Hadiri Haul ke-51 KH Fathullah Umar di Sebaung Probolinggo, Hidupkan Kembali Pesan Istiqamah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kompleks Masjid Fathullah, Desa Sebaung, Kecamatan…

2 hari ago