PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus temuan ulat atau belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya geger temuan ulat pada siomay di SPPG Sidodadi Paiton, insiden serupa kini terulang kembali di SPPG Sogaan Pakuniran. Kali ini, ulat ditemukan di dalam roti yang seharusnya dikonsumsi oleh anak sekolah dan ibu hamil.
Merespons rentetan kegagalan standar higienitas tersebut, Aktivis Muda Probolinggo, Nofal Yulianto, mengambil langkah tegas dengan menginisiasi pembentukan Jaringan Kawal MBG.
Nofal menilai temuan ulat yang berulang ini bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan bukti bobroknya pengawasan di lapangan. Ada tiga alasan utama mengapa wadah pengaduan ini harus ada di setiap kecamatan:
“Karena banyaknya temuan masalah ini, saya akan membentuk Jaringan Kawal MBG sebagai posko pengaduan di setiap kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Masyarakat tidak boleh bingung lagi saat ingin melaporkan kebobrokan program ini,” tegas Nofal.
Nofal juga menyoroti lambatnya respon dari Sekretaris Daerah (Sekda) Probolinggo selaku Ketua Satgas MBG. Ia menilai langkah Satgas kurang cepat dan tidak tegas dalam memberikan sanksi kepada SPPG yang bermasalah.
“Dampaknya sangat fatal. Ini bukan hanya soal ulat, tapi soal trauma siswa, kepanikan orang tua, dan risiko keracunan massal. Laporan KPAI sepanjang 2025 mencatat ribuan anak menjadi korban keracunan akibat kelalaian serupa. BGN harus berani mencabut izin operasional SPPG Sidodadi dan Sogaan,” tambahnya.
Probolinggo, DetikNusantara — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Probolinggo, Mukhamad Misbakhun, secara tegas membantah tuduhan…
SURABAYA, DetikNusantara.co.id – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar Festival Antikorupsi 2026 di Gelora Merdeka Kraksaan,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjalani verifikasi lapangan penilaian Desa Tematik…
Bangkalan, 9 September 2026 – Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas…
Surabaya, 8 September 2026 — KOPRI PKC PMII Jawa Timur menyoroti persoalan antrean panjang dan…