Categories: Berita

Deklarasi Tolak Rencana Pertambangan Migas di Pulau Kangean Sumenep

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Menyoroti situasi perkembangan di Pulau Kangean, Sumenep,bterkait hadirnya kapal-kapal survei seismik 3D di perairan Kangean yang berencana untuk memproduksi pertambangan Minyak dan Gas telah menciptakan kegaduhan,

Hal tersebut sudah beberapa kali memicu gelombang penolakan oleh masyarakat Kangean, perusahaan PT Kangean Energy Indonesia (KEI) tetap memaksa melakukan survei di beberapa lokasi  di perairan Kangean, hal tersebut semakin mengundang kemarahan masyarakat Kangean.

Rayon Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Kangean melakukan kajian serta menganalisis cukup lama perkembangan yang sedang terjadi terkait isu-isu hadirnya PT KEI ke Pulau Kangean, sehingga mengeluarkan Surat Keputusan untuk menegur PT KEI serta meminta tanggung jawab negara dalam menghargai hak-hak masyarakat setempat.

Rayon IKSASS Kangean berpandangan bahwa Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil tidak boleh dilakukan Pertambangan Minyak dan Gas.

Deklarasi penolakan survey seismik 3D bertempat di kantor IKSASS jalan sambakati, kecamatan Arjasa kabupaten Sumenep pada Jumat , (17/10/25)

Menurut hasil dari deklarasi tersebut, Sesuai undang-undang yang berlaku. maka berdasarkan kajian dan analisis kami, sehingga melahirkan suatu keputusan di sepakati bersama:

1. Menuntut SKK MIGAS, Menteri ESDM, dan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengevaluasi, meninjau kembali dan membatalkan seluruh proses kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan Minyak dan Gas di Pulau Kangean yang tergolong Pulau Kecil

2. Menuntut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk menerbitkan kebijakan tentang penghentian kegiatan seluruh proses kegiatan eksplorasi dan eksploitasi pertambangan Minyak dan Gas di Pulau Kangean yang tergolong Pulau Kecil

3. Menuntut pertanggungjawaban Perusahaan dan Pemerintah terhadap perubahan kondisi sosial Masyarakat Pulau Kangean saat ini ke keadaan semula (damai, makmur sentosa).

Redaksi

Recent Posts

Golkar Cup 2026 di Desa Batur Meriah, UMKM Ikut Ketiban Berkah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Final Golkar Cup 2026 di Lapangan Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo,…

14 jam ago

CARPAK? Raut Gusar Warga Kulon Pasar Tanjung Jember

Ditulis oleh : Mochammad Faizin, Wakabid Politik DPC GMNI Jember   “CARPAK!!!”, Sebuah kata kultural…

15 jam ago

Petani Jember Soroti Konflik Agraria, Gus Fuad Janji Kawal Aspirasi Masyarakat

Jember - Persoalan agraria kembali mencuat di Kabupaten Jember. Sejumlah petani menggelar aksi di depan…

15 jam ago

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Darul Arifin 2 Jember, Gus Khozin Tekankan Sinergi Pancasila dan NKRI

Jember - Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin 2, Kecamatan Kaliwates,…

2 hari ago

Sosok Iptu Miftahol Rahman, Kapolsek Krejengan yang Ramah dan Tegas serta Dekat dengan Ulama

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Sosok polisi yang ramah namun tetap tegas dalam menjalankan tugas terlihat pada…

1 minggu ago

Video Dugaan Penelantaran Pasien Kecelakaan RSUD Waluyo Jati Viral, Gus Haris Sidak dan Siapkan Audit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Video yang menyoroti pelayanan RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,…

1 minggu ago