Categories: Berita

Dugaan Pungli & Tunggakan Rp3 Miliar, Warga Gunggungan Kidul Tagih Janji Perhutani di RDP DPRD Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Puluhan warga Desa Gunggungan Kidul, Kecamatan Pakuniran, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu (11/3/2026). Didampingi kuasa hukum Hosnan Taufiq, sebanyak 53 warga menuntut kejelasan terkait bagi hasil tanaman kayu sengon yang hingga kini belum dicairkan oleh pihak Perhutani.

Sayangnya, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dijadwalkan tersebut berjalan buntu. Pihak-pihak terkait seperti Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Kepala Desa Gunggungan Kidul, hingga Camat Pakuniran kompak tidak hadir memenuhi undangan DPRD.

Inti dari aduan masyarakat ini bermula dari perjanjian tanam kayu sengon di lahan Perhutani. Berdasarkan kesepakatan awal, pembagian hasil ditetapkan sebesar 60% untuk warga (penanam) dan 40% untuk Perhutani.

Namun, dalam pelaksanaannya,  60% milik warga masih dipotong kembali sebesar 10% untuk LMDH. Masalah semakin meruncing lantaran dana tersebut belum juga diterima warga hingga saat ini.

“Sesuai perjanjian, maksimal tiga bulan setelah ditebang hasil harus sudah cair. Seharusnya setelah ditebang pada Juni 2025 lalu warga sudah menerima haknya di bulan September 2025 tapi sampai sekarang nol besar,” tegas Hosnan Taufiq, Kuasa Hukum warga.

Hosnan merinci, total terdapat 2.886 pohon sengon yang ditanam warga sejak tahun 2017 hingga 2025. Estimasi nilai kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp3 miliar.

Tercatat ada 53 warga pemilik KTP dan 20 warga lainnya yang memegang surat pernyataan kepemilikan pohon yang kini sedang memperjuangkan hak mereka.

Kekecewaan warga memuncak karena mangkirnya instansi terkait dalam RDP. Hosnan bahkan menyampaikan pesan terbuka kepada Bupati Probolinggo, Gus Haris, untuk turun tangan melihat nasib warganya.

“Ini adalah surat terbuka bagi Bupati Gus Haris. Warga Anda saat ini sedang didzolimi, mohon perhatiannya. Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran pihak-pihak terkait hari ini,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Hosnan menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Probolinggo akan menjadwalkan ulang RDP tersebut. Ia berharap pada pertemuan berikutnya, seluruh pihak bisa duduk bersama secara kooperatif untuk menyelesaikan sengketa ini secara transparan.

Admin

Recent Posts

Targetkan 7 Kursi DPRD, Binhaudi Siap Transformasi PSI Probolinggo Jadi Mesin Politik Tangguh

MADIUN, DetikNusantara.co.id – Ketua DPD PSI Kabupaten Probolinggo, Binhaudi, menegaskan kesiapannya untuk melakukan ekspansi besar-besaran…

15 jam ago

Diduga Skandal Perselingkuhan ASN Probolinggo: Asyik Keluyuran di Jam Kerja

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dunia birokrasi Kabupaten Probolinggo kembali diguncang isu tak sedap. Seorang oknum Aparatur…

19 jam ago

Dugaan Skandal Perselingkuhan Oknum ASN Puskesmas Krejengan, LSM JAKPRO Resmi Lapor ke Dinkes Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Aktivis Probolinggo (LSM JAKPRO) secara resmi melaporkan dugaan…

2 hari ago

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Kekerasan di Halaman DPRD Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Satreskrim Polres Probolinggo resmi menetapkan dua pria sebagai tersangka dalam kasus dugaan…

2 hari ago

HIPMI Lumajang Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pupuk Organik Demi Ketahanan Pangan

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Memasuki satu setengah tahun masa kepemimpinan Dhika sebagai Ketua Umum, Himpunan Pengusaha…

2 hari ago

Mengintip Formasi Elit TP2D Probolinggo: Deretan Akademisi dan Pakar di Tengah Evaluasi Bupati

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di tengah gelombang evaluasi oleh Bupati Probolinggo dan adanya rekomendasi pembubaran dari…

3 hari ago