Categories: Berita

Yakuza Maneges Jember Hadir dengan 7 Prinsip Ketat & Slogan Gasss Tanpa Ampun untuk Kemanusiaan

JEMBER, 3 Agustus 2026 — Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges resmi membuka cabang di Kabupaten Jember. Deklarasi kepengurusan berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu (2/8/2026) malam, dihadiri Pendiri Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, Bupati Jember, Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, ormas, LSM, dan insan pers.

 

Ketua Wilayah Jember Eko Mulyadi menegaskan, organisasi ini bukan panggung gaya atau wadah tanpa arah. “Kami hadir sebagai kawah candradimuka pembinaan jiwa dan ladang pengabdian nyata,” ujarnya.

 

Nama “Yakuza Maneges” sendiri membawa pesan kuat: Yakuza sebagai cermin masa lalu yang mungkin kelam, Maneges sebagai pasrah total kepada Tuhan. Pesannya sederhana—tidak ada yang terlambat untuk berubah.

 

Yakuza Maneges secara khusus membuka pintu bagi mereka yang kerap disebut “santri jalur kiri”: orang-orang yang pernah tersesat di jalanan, namun ingin kembali memberi manfaat. Gerakan ini menyerap falsafah dakwah Gus Miek yang merangkul kaum marjinal dan kelompok tersisih.

 

Tujuh prinsip menjadi pijakan kader: Kesatria, Militan, Profesional, Diam, Senyap, Eksekutif, dan Tanggung Jawab. Slogan “Gasss Tanpa Ampun” diartikan sebagai aksi cepat dan tegas untuk menolong yang lemah serta membenahi ketidakadilan, bukan kekerasan.

 

Organisasi ini mengedepankan restorative justice—memastikan pelaku bertanggung jawab langsung kepada korban, bukan langsung menempuh jalur pidana kaku—sambil tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.

 

Yakuza Maneges menyatakan diri non-partisan dan membangun jejaring dengan TNI, Polri, lembaga negara, pengacara, ormas, LSM, serta media. Tujuh kode etik ketat juga dibacakan, termasuk larangan keras membawa nama organisasi untuk kepentingan pribadi, kriminal, politik, atau aksi demonstrasi.

 

Acara ditutup dengan doa bersama. Eko berharap dukungan berkelanjutan agar misi kemanusiaan ini terus berjalan di Jember: menjaga yang lemah, membela yang benar, dan membenahi yang salah—dengan diam namun berdampak nyata. – rcx

Redaksi

Recent Posts

Ngopi di Warung Kopi Pinggir Jalan, H. Bukasan Serap Aspirasi Warga Sekaligus Dukung UMKM Lumajang

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H.…

12 jam ago

Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Bungkam soal Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Penguatan Tebing di Desa Rangkang

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proyek pembangunan penguatan tebing kanan dan kiri sungai di Dusun 2 RT…

12 jam ago

Dukung Program Pemkab Lumajang, Pengusaha Muda Rayyan Agung Raih Penghargaan dari Bupati

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Komitmen pengusaha muda Rayyan Agung dalam mendukung berbagai program Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

2 hari ago

Konsolidasi 1.500 Kader NasDem di Probolinggo, Dini Rahmania Berhasil Kawal TPG 250 Guru Madrasah dan Targetkan 14 Kursi DPRD 2029

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Partai Nasional Demokrat (NasDem) terus memperkuat konsolidasi organisasi sebagai langkah awal menghadapi…

2 hari ago

Kapal KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Ratusan Penumpang Dievakuasi

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Kapal penumpang KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar mengalami kebakaran…

2 hari ago

Semarak HUT RI ke-81, Warga RW 07 Ditotrunan Lumajang Gelar Lomba Tradisional, Pererat Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu…

2 hari ago