Jember – Persoalan konflik agraria masih menjadi perhatian utama kalangan petani di Kabupaten Jember. Hal itu disampaikan dalam pertemuan antara SEKTI (Serikat Tani Independen) bersama sejumlah ketua Organisasi Tani Lokal (OTL) dengan Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Jember yang baru, M. Sochib Lutfi, Jumat (8/5).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor ATR/BPN Jember jam 10.30 WIB tersebut dipimpin langsung Ketua SEKTI, Muasim. Puluhan pengurus SEKTI hadir untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai persoalan pertanahan yang hingga kini dinilai belum terselesaikan.
Dalam forum dialog itu, para ketua OTL mendapat kesempatan menyampaikan langsung persoalan agraria yang terjadi di wilayah masing-masing. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kepastian hukum terhadap lahan yang selama ini digarap masyarakat tani.
SEKTI menyoroti sejumlah konflik agraria yang masih berlangsung, mulai dari persoalan kawasan hutan, sengketa lahan dengan PTPN I Regional 5 yang mencakup eks wilayah PTPN X, XI, dan XII, hingga konflik tanah timbul di kawasan Pancer, Kecamatan Puger.
Ketua SEKTI, Muasim, menegaskan organisasinya tetap konsisten memperjuangkan reforma agraria sejati bagi petani kecil dan buruh tani. Ia menilai reforma agraria tidak boleh berhenti sebatas program atau wacana tanpa realisasi nyata di lapangan.
“Reforma agraria di Jember jangan hanya menjadi wacana. Harus benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh petani kecil dan buruh tani,” ujar Muasim.
Menurutnya, perjuangan reforma agraria di Jember telah berlangsung selama puluhan tahun, namun hingga kini konflik tanah masih menjadi persoalan serius di berbagai kecamatan. Bahkan dirinya berharap anggota OTL tidak mengalami kriminalisasi, seperti yang terjadi di Sumberkelopo Kecamatan Bangsalsari dan Kuntiran Sumberjambe.
Muasim juga menegaskan bahwa perjuangan SEKTI saat ini merupakan kelanjutan dari cita-cita organisasi yang sebelumnya dipimpin almarhum Jumain. Sosok Jumain dikenal aktif memperjuangkan hak-hak petani kecil dan buruh tani dalam berbagai konflik agraria di Jember sebelum wafat akibat sakit jantung beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, salah satu fokus utama perjuangan organisasi adalah mendorong pengakuan dan kepastian hukum terhadap lahan garapan petani agar kedaulatan petani atas tanah benar-benar terjamin.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan, Kepala Kantor Pertanahan Jember, M. Sochib Lutfi, menyatakan akan mempelajari seluruh persoalan yang masuk. Ia juga memastikan akan melanjutkan proses dan langkah-langkah yang sebelumnya telah dilakukan oleh pejabat terdahulu.
“Saya akan mempelajari satu per satu persoalan yang disampaikan hari ini dan meneruskan hal-hal yang sudah dilakukan sebelumnya,” kata Sochib.
Diketahui, Sochib Lutfi merupakan pejabat ATR/BPN asal Jawa Tengah yang kini menggantikan kepala kantor pertanahan sebelumnya yang berasal dari Pulau Madura. Pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi antara organisasi tani dan pimpinan baru ATR/BPN Jember dalam upaya mencari penyelesaian berbagai konflik agraria yang selama ini terjadi. – RCX
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalam upaya menjamin kualitas layanan pendidikan dan standarisasi mutu madrasah, Madrasah Tsanawiyah…
PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id – Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kota Kraksaan menggelar rapat koordinasi dan konsolidasi…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RJS…
BANGKALAN, DetikNusantara.co.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan resmi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mulai menyuarakan keresahannya terkait…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Menanggapi isu viral terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara…