Categories: Peristiwa

Diduga Gelapkan Mobil Terios, Orang Tua di Probolinggo Laporkan Anak Angkat ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – YA anak angkat dari Amdiyah, warga Sindet Anyar, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, resmi melapor ke Polres Probolinggo, atas dugaan penggelapan satu unit mobil Daihatsu Terios yang dibawa kabur oleh YA (anak angkat korban).

Kuasa Hukum Amdiyah, Umar Fauzi, menjelaskan bahwa upaya penyelesaian secara kekeluargaan telah ditempuh sebelumnya, mengingat adanya ikatan ibu dan anak angkat. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan respons yang baik dari YA.

“Sebelum kami menempuh jalur hukum di Polres, sebenarnya sudah ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan. Akan tetapi, pihak terlapor tidak memberikan respons yang positif terhadap klien kami. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menempuh jalur hukum,” ujar Umar Fauzi.

Menurut Fauzi, mobil Daihatsu Terios berwarna silver tahun 2012 milik kliennya diduga telah dikuasai oleh terlapor dan belum dikembalikan hingga berita ini ditulis. Ia menegaskan bahwa meskipun unit kendaraan belum kembali, surat-surat penting seperti BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) masih berada di tangan kliennya.

Atas peristiwa ini, pelapor telah membuat laporan resmi ke Polres Probolinggo dengan delik aduan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Mediasi yang Gagal dan Keterlibatan Keluarga

Mediasi pertama yang difasilitasi oleh penyidik dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan. Umar menambahkan bahwa mediasi lanjutan telah dijadwalkan kembali dalam satu minggu ke depan, dengan harapan kedua belah pihak dapat hadir dan bersedia mencari solusi yang adil.

Sementara itu, Kuasa Hukum terlapor, Sugeng Heri Santoso, menilai bahwa kegagalan mediasi dipengaruhi oleh aspek hubungan keluarga yang erat dalam kasus ini. Menurutnya, keputusan mutlak tidak dapat diambil hanya oleh prinsipal (pihak yang berperkara) tanpa melibatkan keluarga besar.

“Belum ada kesepakatan mutlak yang menjadi titik temu. Persoalan ini menyangkut keluarga, sehingga keluarga besar harus ikut terlibat agar persoalan benar-benar tuntas. Jika hanya antar prinsipal, kami khawatir nantinya akan terjadi pengingkaran,” jelas Sugeng.

Ia juga meminta waktu tambahan kepada penyidik dan kuasa hukum pelapor untuk melakukan pembahasan internal dengan keluarga kliennya. “Kami akan berkoordinasi kembali setelah keluarga klien kami memberikan keputusan,” pungkasnya.

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

14 jam ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

15 jam ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

17 jam ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

2 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

3 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

3 hari ago